Dicecar BEI Usai Diakuisisi EEP, Bos PACK Buka Suara Soal Rencana Go Private dan Delisting!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan dari PT Solusi Kemasan Digital Tbk (PACK) terkait pengambilalihan saham yang dilakukan oleh PT Eco Energi Perkasa (EEP) pada 23...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan dari PT Solusi Kemasan Digital Tbk (PACK) terkait pengambilalihan saham yang dilakukan oleh PT Eco Energi Perkasa (EEP) pada 23 Oktober 2024. Usai pengambilalihan tersebut, EEP kini menguasai 49% saham PACK.
BEI mengajukan beberapa pertanyaan penting kepada PACK. Salah satunya adalah mengenai perubahan komposisi pemegang saham dan rencana EEP untuk masa depan perusahaan. Direktur Utama PACK, Aditya Surya Widyasmara, menjelaskan, sebelum diakuisisi, PACK dimiliki oleh beberapa pemegang saham besar. Itu seperti PT Star Magnum Capital, Denny Winoto, dan PT Benson Kapital Indonesia. Namun, setelah transaksi, EEP menjadi pemegang saham utama.
Menurut Aditya, EEP membeli sekitar 551.726.000 saham dari PT Star Magnum Capital. Selain itu, EEP juga mengakuisisi saham dari beberapa pihak lainnya, seperti Michael Gerald Jusanti (61.542.000 saham), PT JJF Investama (53.795.000 saham), Hendrick (26.897.000 saham), dan PT Benson Kapital Indonesia (59.440.500 saham). Dengan total 753.400.500 saham yang diambil alih, EEP kini mengendalikan perusahaan.
Aditya menjelaskan, pengambilalihan ini merupakan bagian dari strategi EEP untuk memperluas bisnisnya di Indonesia. โEEP memperluas kegiatan usahanya di Indonesia melalui Perseroan,โ ujar Aditya dalam keterbukaan informasi yang dikutip pada Kamis (7/11/2024). Meskipun EEP bergerak di sektor perdagangan logam dan bijih logam, akuisisi ini menunjukkan bahwa EEP ingin memperluas portofolionya dengan melibatkan PACK, yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Dalam interogasinya, BEI juga ingin tahu apakah EEP berniat untuk go private dan delisting. Aditya menegaskan, EEP tidak memiliki rencana untuk delisting saham PACK dari Bursa. โEEP tidak memiliki rencana untuk menghapuskan pencatatan saham Perseroan dari BEI,โ tegasnya.
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...
- OJK Ungkap Kinerja Pasar Modal Juli 2026, IHSG Menguat 10,51%, Jumlah Investor T...
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...
- OJK Ungkap Kinerja Pasar Modal Juli 2026, IHSG Menguat 10,51%, Jumlah Investor T...
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Kabar Duka, Komisaris Independen BRMS Kanaka Puradiredja Meninggal Dunia
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...