Duel Sengit Emiten Sarang Walet: RLCO vs NEST, Siapa Lebih Unggul?
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Industri pasar modal tanah air kedatangan pemain baru di sektor sarang burung walet. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada S...
Walaupun memiliki beban utang, kinerja penjualan RLCO tetap tumbuh. Selama lima bulan pertama tahun ini, penjualan RLCO mencapai Rp 231,32 miliar. Angka ini meningkat 47,56% dibandingkan periode sama tahun 2024. Laba bersih juga melonjak 609,2% menjadi Rp 12,34 miliar. Mitra utama ekspor RLCO adalah TJ Seven Incorporation dengan nilai transaksi Rp 108,6 miliar selama lima bulan pertama 2025.
Rencana penggunaan dana hasil penawaran umum perdana (IPO) kedua emiten ini juga berbeda. NEST fokus menggunakan dana untuk ekspansi pabrik dan teknologi. Hal ini sejalan dengan prospek pertumbuhan ekspansi besar dan pembangunan rumah walet berteknologi tinggi. Sementara itu, RLCO akan menggunakan dana IPO untuk pembelian bahan baku. Fokus RLCO adalah stabilisasi pasokan dan perbaikan struktur keuangan.
Secara keseluruhan, NEST menempati posisi yang jauh lebih kuat dibanding RLCO berkat ekosistem bisnis lengkap dari hulu hingga hilir. Perusahaan ini mengendalikan seluruh rantai nilai mulai dari budidaya sampai pengolahan. Sebaliknya, RLCO masih bergantung penuh pada pasokan eksternal. Perusahaan pendatang baru ini menghadapi tantangan berupa leverage tinggi, penurunan kas, dan skala usaha hilir yang lebih kecil.
- PEFINDO Turunkan Peringkat ADHI ke idBB, Pemicunya Kupon Obligasi
- BEI Buka Opsi Revisi Target IPO 2026, Ini Respons OJK
- MBMA Siapkan Rp651,68 Miliar untuk Lunasi Sukuk Jatuh Tempo Agustus 2026
- BEI Lanjutkan Suspensi WIKA Hingga Waktu yang Belum Ditentukan, Ini Penyebabnya
- Argo Pantes Raih Kontrak Sewa Gudang Rp48,14 Miliar dari United Chemicals
- PEFINDO Turunkan Peringkat ADHI ke idBB, Pemicunya Kupon Obligasi
- BEI Buka Opsi Revisi Target IPO 2026, Ini Respons OJK
- BEI Lanjutkan Suspensi WIKA Hingga Waktu yang Belum Ditentukan, Ini Penyebabnya
- MBMA Siapkan Rp651,68 Miliar untuk Lunasi Sukuk Jatuh Tempo Agustus 2026
- Argo Pantes Raih Kontrak Sewa Gudang Rp48,14 Miliar dari United Chemicals
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- Kabar Duka, Komisaris Independen BRMS Kanaka Puradiredja Meninggal Dunia
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah