Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
Di sisi lain, Iran menyatakan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan AS. Pernyataan ini membantah klaim Presiden Donald Trump. Pasar kini fokus memantau laporan pekerjaan ADP dan data non-farm payrolls yang akan dirilis pekan ini.
Kabar menarik datang dari Korea Selatan. Bank sentral negara tersebut berencana membeli emas dari produsen lokal. Langkah ini bertujuan mendiversifikasi sumber pasokan dan menambah cadangan emas mereka.
Tren penurunan harga juga merembet ke logam mulia lainnya. Harga perak spot terpangkas 0,8% ke posisi USD 57,18 per ons troi.
Penurunan lebih dalam terjadi pada logam industri lainnya. Harga platinum spot merosot 1,6% menjadi USD 1.616,42 per ons troi. Sementara itu, harga paladium jatuh 1,8% ke level USD 1.251,16 per ons troi.
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- Maybank Indonesia (BNII) Resmi Akuisisi 51% Saham Maybank Asset Management, Segi...
- PEFINDO Turunkan Peringkat ADHI ke idBB, Pemicunya Kupon Obligasi
- BEI Buka Opsi Revisi Target IPO 2026, Ini Respons OJK
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran
- Stock Futures Wall Street Naik Tipis Usai Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga, Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tum...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- Kabar Duka, Komisaris Independen BRMS Kanaka Puradiredja Meninggal Dunia
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026