Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) โ Harga emas dunia bergerak melandai pada perdagangan Senin (3/8/2026) waktu setempat. Penurunan ini terjadi di tengah ketidakpastian perang di Timur Tengah dan risiko inflasi yang masih membayangi pasar. Investor kini menanti data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) untuk menebak arah kebijakan bank sentral AS atau The Fed.
Mengutip CNBC, harga emas spot turun 0,3% menjadi USD 4.029,84 per ons troi. Di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman Agustus merosot 0,5% ke posisi USD 4.029,00 per ons troi.
Emas sempat menguat tipis ketika harga minyak turun. Kondisi ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menunda serangan baru ke Iran. Ia berharap ada kesepakatan cepat untuk meredakan kekhawatiran inflasi dan kenaikan suku bunga.
Edward Meir, Analis Marex, memberikan analisanya mengenai pergerakan logam kuning ini. Ia menyebut emas sedang terjebak dalam rentang harga tertentu.
"Emas tertahan di kisaran perdagangan antara USD 4.000 hingga USD 4.200 selama lebih dari sebulan. Pasar mungkin mengharapkan kebangkitan inflasi, terutama pada Juli ketika data baru kemungkinan membalikkan sebagian besar penurunan di bulan Juni," ujar Edward.
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- Maybank Indonesia (BNII) Resmi Akuisisi 51% Saham Maybank Asset Management, Segi...
- PEFINDO Turunkan Peringkat ADHI ke idBB, Pemicunya Kupon Obligasi
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran
- Stock Futures Wall Street Naik Tipis Usai Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...