Ikuti Standar MSCI, OJK Ubah Data Investor Jadi 27 Sub-Tipe, Apa Saja Isinya?
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi memperkenalkan klasifikasi investor yang lebih rinci atau granular. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi standar indeks Morgan Stanley Capi...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi memperkenalkan klasifikasi investor yang lebih rinci atau granular. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi standar indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) serta meningkatkan transparansi kepemilikan saham di pasar modal Indonesia.
Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan hal ini di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Ia menjelaskan data yang selama ini dikelola Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan dikembangkan secara lebih mendalam.
Sebelumnya, data investor hanya terbagi dalam 9 tipe utama saja. Kini, klasifikasi tersebut diperinci menjadi 27 sub-tipe investor. Kebijakan ini bertujuan memunculkan kredibilitas pengungkapan beneficial ownership atau pemilik manfaat sebenarnya dari kepemilikan setiap saham.
"Tadi, kan ada 9 kelompok utama, mulai dari individual, lalu perusahaan efek, mutual fund, dan seterusnya. Sampai ke others, gitu kan? Nah, untuk meyakinkan ada tingkat transparansi yang lebih granular, lebih kelihat rinci, dan memenuhi keinginan dari salah satu index provider global, MSCI, nanti diklasifikasikan lagi dengan sub-tipe investornya, lebih rinci," ujar Hasan.
Sumber: KSEI[/caption]
Ke-27 sub-tipe tersebut mencakup berbagai entitas investasi dan organisasi. Beberapa di antaranya adalah Private Equity, Trustee Bank, Venture Capital, Government, Sovereign Wealth Fund, serta Investment Advisors.
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- ANTAM Catat Lonjakan Penjualan Feronikel 32% di Semester I 2026
- Stock Future Nasdaq Menanjak, Laba Amazon Jaga Momentum Positif Wall Street