Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 1%
STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak dunia melonjak lebih dari 1% pada akhir perdagangan Senin (9/2/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (10/2/2026) WIB. Kenaikan ini dipicu oleh peringatan keaman...
Imbauan ini memicu kembali kekhawatiran gangguan pasokan minyak mentah dunia akibat tensi AS dan Iran. Perlu diketahui, sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia melewati Selat Hormuz yang terletak di antara Oman dan Iran.
Bjarne Schieldrop, analis dari SEB, memberikan pandangannya terkait situasi geopolitik ini. Menurutnya, risiko terkait Iran akan terus membayangi pasar selama militer AS masih berjaga di kawasan tersebut.
“Premi risiko Iran tidak dapat sepenuhnya diredakan selama kapal perang AS berada di lokasi mereka sekarang,” ujar Bjarne Schieldrop.
Sebelumnya, harga minyak sempat turun pada awal sesi perdagangan. Penurunan itu melanjutkan kerugian pekan lalu setelah AS dan Iran berjanji melanjutkan pembicaraan tidak langsung. Kedua belah pihak sempat menyebut diskusi tersebut berlangsung positif.
Namun, situasi kembali memanas pada Sabtu lalu. Menteri Luar Negeri Iran menyatakan negaranya akan menyerang pangkalan AS di Timur Tengah jika diserang oleh pasukan AS. Hal ini merespons peningkatan kehadiran angkatan laut AS di kawasan tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
- EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut...
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...
- Rabundo Tembus Pasar Nasional, BRI Dukung UMKM Bumbu Rendang Asli Minang Naik Ke...
- Transformasi Danantara Berbuah Manis, Pendapatan Telkom (TLKM) Capai Rp75,9 Tril...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- ANTAM Catat Lonjakan Penjualan Feronikel 32% di Semester I 2026
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro