Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 1%
STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak dunia melonjak lebih dari 1% pada akhir perdagangan Senin (9/2/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (10/2/2026) WIB. Kenaikan ini dipicu oleh peringatan keaman...
Giovanni Staunovo, analis minyak dari UBS, mengaku sulit memprediksi arah perkembangan konflik ini. Ia memilih untuk memantau situasi secara harian.
“Sangat sulit untuk menilai bagaimana perkembangannya,” kata Giovanni Staunovo. “Memantau hari demi hari, sekarang mencari tanggal yang akan ditetapkan untuk pembicaraan putaran kedua.”
Investor saat ini juga memantau upaya negara Barat membatasi pendapatan minyak Rusia. Komisi Eropa mengusulkan larangan menyeluruh terhadap layanan yang mendukung ekspor minyak mentah Rusia melalui laut.
Langkah ini mulai berdampak pada India yang sebelumnya menjadi pembeli terbesar minyak Rusia. Sejumlah sumber menyebut perusahaan penyulingan di India mulai menghindari pembelian untuk pengiriman April. Analis minyak dari Sparta menilai penghentian pembelian oleh India akan menjadi perkembangan positif bagi kenaikan harga minyak.
Di sisi lain, ada kabar perkembangan produksi dari Kazakhstan. Produksi di ladang minyak raksasa Tengiz dilaporkan telah pulih ke level 60%. Ladang minyak yang dipimpin oleh Chevron ini menargetkan produksi kembali normal sepenuhnya pada 23 Februari mendatang.
- EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut...
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...
- Rabundo Tembus Pasar Nasional, BRI Dukung UMKM Bumbu Rendang Asli Minang Naik Ke...
- Transformasi Danantara Berbuah Manis, Pendapatan Telkom (TLKM) Capai Rp75,9 Tril...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- ANTAM Catat Lonjakan Penjualan Feronikel 32% di Semester I 2026
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro