Laba Bank Neo Commerce Meroket 73 Kali Lipat Jadi Rp 517 Miliar
JAKARTA – PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) atau BNC mencatatkan kinerja keuangan yang sangat mengesankan menjelang tutup tahun 2025. Bank digital ini berhasil membukukan total laba senilai Rp 517,20 mi...
Efisiensi operasional BNC terbukti tetap terjaga dengan baik. Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) berada di level 82,83% pada Oktober 2025. Angka ini membaik signifikan sebesar 16,92 poin persentase dibandingkan Oktober 2024 yang masih di angka 99,75%. Sementara itu, Net Interest Margin (NIM) tercatat sebesar 14,74%.
Kualitas aset perseroan juga menunjukkan tren positif. Rasio kredit bermasalah atau NPL Gross membaik menjadi 2,89% pada Oktober 2025. Angka ini turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 3,74%. Rasio Kecukupan Modal (CAR) juga melesat menjadi 47,77%, tumbuh 11,88 poin persentase secara tahunan.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit per Oktober 2025 tercatat sebesar Rp 7,40 triliun. Jumlah ini turun 14,16% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan sikap bank yang lebih selektif dan berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan. Meski demikian, produk Neo Loan di aplikasi neobank justru mencatat pertumbuhan 139% secara tahunan.
Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan terpantau stabil. BNC berhasil menghimpun DPK sebesar Rp 13,60 triliun. Stabilitas ini menunjukkan tingkat kepercayaan nasabah yang tetap terjaga terhadap layanan perbankan digital BNC.
BNC terus memperluas ekosistem layanannya. Bank ini menawarkan berbagai fitur mulai dari transaksi, investasi emas, reksa dana, hingga layanan korporasi. Perseroan juga menjalin kerja sama strategis dengan berbagai mitra. Salah satunya adalah kolaborasi dengan WWF-Indonesia untuk produk tabungan hijau dan PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk untuk produk asuransi.
- 1
- 2
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Saratoga (SRTG) Lepas 4,87 Juta Saham Treasuri Mulai 18 Agustus 2026
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- PANI Cetak Rekor Laba Rp1,7 Triliun, Melonjak 484% di Semester I 2026
- Transformasi Digital dan AI Bawa Laba Bank Neo Commerce Naik ke Rp294,85 Miliar...
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten