Pasar Eropa Tersungkur, Saham ASML Anjlok 15%! Ada Apa?
STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa Saham Eropa ditutup melemah pada penutupan perdagangan hari Selasa (15/10/2024) waktu setempat. Ini dipicu oleh tekanan kuat akibat turunnya harga minyak dan saham tekno...
STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa Saham Eropa ditutup melemah pada penutupan perdagangan hari Selasa (15/10/2024) waktu setempat. Ini dipicu oleh tekanan kuat akibat turunnya harga minyak dan saham teknologi. Mayoritas bursa utama di Eropa berakhir di zona merah, menambah tekanan pada suasana pasar yang sudah tidak menentu.
Mengutip CNBC International, Indeks Stoxx 600, yang berisi saham-saham unggulan Eropa, turun 0,7%. Sektor minyak dan gas menjadi yang paling tertekan, jatuh 3,24% setelah harga minyak dunia terus menurun. Saham teknologi juga terpukul cukup keras, dengan penurunan 6,36% pada akhir perdagangan.
ASML, perusahaan semikonduktor asal Belanda, mengalami penurunan yang paling tajam. Saham ASML anjlok 15,6% setelah perusahaan merilis laporan pendapatan kuartalan lebih cepat dari jadwal. Mereka memperkirakan penjualan bersih tahun 2025 hanya mencapai 30 hingga 35 miliar euro, lebih rendah dari ekspektasi sebelumnya. Kabar ini langsung memicu aksi jual besar-besaran dari para investor.
Penurunan saham ASML juga berdampak pada sektor semikonduktor di Eropa. Kekhawatiran muncul bahwa pemulihan sektor ini mungkin akan lebih lambat dari yang diperkirakan. Sektor semikonduktor selama ini dianggap sebagai pendorong utama pertumbuhan di pasar saham global.
Di Inggris, indeks FTSE 100 melemah 0,52% menjadi 8.249,28. Bursa Jerman juga tidak terlalu bergairah meskipun indeks DAX sempat mencapai rekor intraday, namun akhirnya hanya naik tipis 0,06%. Sementara itu, indeks CAC 40 di Prancis turun 1,05%, dan FTSE MIB Italia melemah 0,29%.
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...