Pasar Saham Eropa Kocar-Kacir, Ketegangan Timur Tengah Bikin Investor Panik!
STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa Saham Eropa mengalami penurunan tajam pada penutupan perdagangan hari Selasa (1/10/2024) waktu setempat. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi penyebab utama jat...
Di tengah ketegangan ini, inflasi zona euro justru mencatat penurunan yang mengejutkan. Data inflasi di 20 negara zona euro turun menjadi 1,8% pada bulan September, lebih rendah dari prediksi sebesar 1,9% dan turun jauh dari 2,2% di bulan Agustus. Ini merupakan pertama kalinya inflasi di zona euro berada di bawah target Bank Sentral Eropa (ECB) sejak pertengahan 2021.
Matthew Ryan, kepala strategi pasar di Ebury, mengatakan bahwa penurunan inflasi ini hampir pasti akan memaksa ECB untuk menyesuaikan suku bunga. “Presiden Lagarde mungkin harus mempertimbangkan kembali pemotongan suku bunga di bulan Oktober, meskipun sebelumnya mengatakan tidak dalam rencana utama," ujar Ryan.
Sementara itu, saham Covestro, perusahaan kimia asal Jerman, justru naik 3,8% setelah perusahaan minyak nasional Abu Dhabi, Adnoc, sepakat untuk mengakuisisinya senilai 14,7 miliar euro. Namun, saham Greggs, jaringan toko roti asal Inggris, turun 5,2% akibat perlambatan pertumbuhan penjualan.
Ketegangan di Timur Tengah ini membuat investor di pasar global semakin berhati-hati. Pasar saham Amerika Serikat pun ikut mengalami penurunan, sementara bursa di Asia-Pasifik mencatat hasil yang beragam. Beberapa bursa di Asia, seperti Korea Selatan, Hong Kong, dan China daratan, tutup untuk liburan publik.
- 1
- 2
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...