Patok Harga Rp180-Rp230, Intip Profil dan Rencana Bisnis Medela Potentia Usai IPO
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Medela Potentia Tbk (MDLA) berencana melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada akhir Maret 2025. Berdasarkan prospektus perusahaan ya...
PT Medela Potentia (MDLA) didirikan pada 5 Agustus 2011. Sejak awal, Medela Potentia bergerak di bidang perdagangan dan jasa, kecuali jasa hukum dan pajak.
Saat ini, perusahaan beroperasi sebagai induk usaha yang membawahi berbagai anak perusahaan di sektor distribusi dan pemasaran produk farmasi, alat kesehatan, serta platform digital layanan kesehatan. Medela Potentia memiliki nilai nominal saham Rp1.000 per lembar dengan modal dasar 200.000 saham. Dari jumlah tersebut, 50.000 saham telah ditempatkan dan disetor penuh.
Medela Potentia menjalankan bisnisnya melalui empat lini utama:
1.Distribusi Medela Potentia mengelola bisnis distribusi melalui PT Anugrah Argon Medica (PT AAM), salah satu distributor obat etikal terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Euromonitor, PT AAM menguasai pangsa pasar 17,5% untuk penjualan obat etikal per 31 Desember 2023. Di segmen Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), PT AAM bahkan menjadi pemimpin pasar dengan pangsa 18,72%, menurut data IQVIA MAT 4Q2023.
Awalnya, PT AAM didirikan untuk mendistribusikan produk PT Dexa Medica. Pada 1981, Medela Potentia mengakuisisi PT Djembatan Dua (PT DD) untuk memperluas jaringan distribusi. Ekspansi berlanjut ke Kamboja pada 2018 dengan mendirikan Dynamic Argon Co. Ltd (DAC). Hingga 30 September 2024, Medela Potentia mengelola lebih dari 9.000 Stock Keeping Unit (SKU) di Indonesia dan Kamboja.
2.Pemasaran PT Djembatan Dua (PT DD) berperan sebagai unit pemasaran alat kesehatan Medela Potentia. Merek Inmark Healthcare, yang didirikan pada 2006, menjadi bagian dari aktivitas pemasaran ini. PT DD bekerja sama dengan PT AAM dalam pemenuhan pesanan produk farmasi dan alat kesehatan dari 21 prinsipal.
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas