FORE Buka Peluang Bagi Dividen Tahun Depan, Tunggu Saldo Laba Positif
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) membuka peluang membagikan dividen kepada pemegang saham pada tahun depan. Namun, realisasi pembagian dividen masih bergantung pada kondisi saldo laba ditahan (retained earnings) dan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Director of Strategy & Corporate Development PT Fore Kopi Indonesia Tbk, Mohammad Fahmi Rachmattulah, mengatakan perseroan telah memiliki komitmen untuk membagikan dividen setelah saldo laba ditahan berubah positif.
"Jawabannya komitmennya itu ada. Kita kemarin itu kan saat IPO kan nanti setelah kita retained earning-nya positif, itu possible dilakukan pembagian dividen. Tapi nanti itu subject untuk RUPS segala macam," ujar Fahmi di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Saat ini, lanjut Fahmi, saldo laba ditahan Perseroan masih negatif sehingga belum memungkinkan untuk menetapkan pembagian dividen.
"Tapi karena today, jawabannya karena retained earning-nya masih negatif, kita belum bisa memutuskan bagi dividen gitu. Sampai ini positif dulu. Dan hopefully kalau sesuai lancar kayak gini, tahun depan sudah positif harusnya," katanya.
Di sisi lain, FORE tetap melanjutkan ekspansi bisnis dengan mengandalkan pendanaan internal. Perseroan juga masih memiliki fasilitas perbankan yang belum digunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
"Internal. Kan satu, proses IPO-nya belum habis. Kedua, memang company-nya make money. Jadi kita pakai untuk putar buka toko. Sama kita juga ada beberapa facility dari bank yang belum kepakai gitu. Jadi kalau one day dibutuhkan, ya mungkin kita bisa pakai," ujar Fahmi.
- IHSG Ditutup Menguat 0,50%, 406 Saham Berakhir di Zona Hijau, Ada DEWA, BUMI, DS...
- BEI Cabut Status Pemantauan Khusus RDTX dan PDES Mulai 6 Agustus 2026
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- BEI Tunjuk Maybank Sekuritas Jadi Liquidity Provider 20 Waran Terstruktur, Berla...
- TAPG Tebar Dividen Rp1,19 Triliun, KISI Sesuaikan Harga Pelaksanaan Dua Waran Te...
- IHSG Ditutup Menguat 0,50%, 406 Saham Berakhir di Zona Hijau, Ada DEWA, BUMI, DS...
- BEI Cabut Status Pemantauan Khusus RDTX dan PDES Mulai 6 Agustus 2026
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- BEI Tunjuk Maybank Sekuritas Jadi Liquidity Provider 20 Waran Terstruktur, Berla...
- TAPG Tebar Dividen Rp1,19 Triliun, KISI Sesuaikan Harga Pelaksanaan Dua Waran Te...
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...