Pos Indonesia Siap Tawarkan Sukuk Rp500 Miliar, Simak Penggunaan Dananya!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Pos Indonesia akan menawarkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 senilai Rp500 miliar. Ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Pos Indonesia akan menawarkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 senilai Rp500 miliar. Ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Sukuk Ijarah Berkelanjutan I senilai total Rp1,5 triliun. Sukuk Ijarah tersebut diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Sukuk Ijarah yang diterbitkan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Penawaran umum Sukuk Ijarah Pos Indonesia I Tahap II Tahun 2025 dilakukan pada 21-23 Mei 2025. Adapun penjatahan dan distribusi sukuk secara elektronik akan dilakukan pada tanggal 26 dan 28 Mei 2025. Sedangkan Pencatatan Sukuk Ijarah Pos Indonesia di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2 Juni 2025.
Direksi Pos Indonesia dalam prospektus rencana penawaran umum sukuk yang disampaikan kepada investor di Jakarta, Kamis (08/5/2025) menjelaskan, sukuk ijarah tersebut terdiri atas seri A senilai Rp150 miliar dengan Cicilan Imbalan Ijarah Rp12,750 miliar berjangka waktu tiga tahun, seri B sebesar Rp100 miliar dengan cicilan imbalan ijarah Rp9,375 miliar memiliki tenor lima tahun, dan seri C Rp250 miliar dengan cicilan imbalan ijarah Rp24,500 miliar dan tenor tujuh tahun.
Sukuk Ijarah ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah Sisa Imbalan Ijarah. Cicilan Imbalan Ijarah dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sesuai dengan Tanggal Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah. Pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah pertama akan dilakukan pada tanggal 28 Agustus 2025.
Sedangkan pembayaran Cicilan Imbalan Ijarah terakhir sekaligus jatuh tempo masing- masing Sukuk Ijarah adalah pada tanggal 28 Mei 2028 untuk Sukuk Ijarah Seri A, 28 Mei 2030 untuk Sukuk Ijarah Seri B, dan 28 Mei 2032 untuk Sukuk Ijarah Seri C.
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Komisaris AKPI Henry Liem Jual 193.500 Saham di Saat Harga Naik
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Sesi I Melemah 0,03% ke 6.234,293, AMMN Menguat, BBCA dan BMRI Tertekan
- Alhamdulillah! Laba Bersih Bank Panin Dubai Syariah (PNBS) Melejit 209% di Semes...
- Kasus Dana Syariah Indonesia, OJK Ungkap Hasil Pemeriksaan Khusus dan Serahkan I...
- Pemerintah Gelar Lelang Sukuk Negara Pekan Depan, Target Serap Dana Rp10 Triliun
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Komisaris AKPI Henry Liem Jual 193.500 Saham di Saat Harga Naik
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten