MSCI Evaluasi RI, Saham HSC Bakal Dicoret dari Indeks Global pada Review Mei 2026
STOCKWATCH.ID (NEW YORK CITY) – MSCI Inc. merespons langkah reformasi transparansi pasar modal yang dilakukan otoritas keuangan di Indonesia. Lembaga penyusun indeks global ini menyiapkan perlakuan k...
STOCKWATCH.ID (NEW YORK CITY) – MSCI Inc. merespons langkah reformasi transparansi pasar modal yang dilakukan otoritas keuangan di Indonesia. Lembaga penyusun indeks global ini menyiapkan perlakuan khusus bagi saham-saham asal Indonesia dalam tinjauan indeks Mei 2026.
Langkah ini diambil setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memperkenalkan sejumlah aturan baru. Reformasi tersebut mencakup pengungkapan pemegang saham di atas 1% dan klasifikasi investor yang lebih rinci. Selain itu, otoritas meluncurkan kerangka High Shareholding Concentration (HSC) serta rencana peningkatan batas minimum free float menjadi 15%.
Mengutip pengumuman resmi MSCI yang dirilis pada Senin (20/4/2026) waktu setempat, lembaga tersebut memutuskan untuk mempertahankan kebijakan pembatasan yang sudah ada. Lembaga ini tetap membekukan semua kenaikan Foreign Inclusion Factors (FIF) dan jumlah saham (Number of Shares/NOS). MSCI juga tidak akan menambah emiten baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).
Perpindahan saham dari kategori kapitalisasi kecil (Small Cap) ke Standar juga ditiadakan untuk sementara waktu. Namun, ada aturan tambahan yang cukup krusial bagi investor. MSCI akan menghapus saham-saham yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia masuk dalam kerangka HSC.
Pemanfaatan data pengungkapan pemegang saham 1% juga mulai diterapkan. MSCI akan menggunakan informasi tersebut untuk menyesuaikan estimasi free float jika diperlukan.
- Direktur TOTL Jual 750 Ribu Saham di Harga Rp1.160, Porsi Kepemilikan Susut
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- Saham ALKA Masuk Daftar HSC BEI, 98,21% Dikuasai Sejumlah Pemegang Saham
- SSIA Balik Untung Rp262,6 Miliar di Semester I 2026, Pendapatan Melesat 58,4%
- IHSG Hari Ini Naik 0,37% pada Pembukaan Perdagangan, Investor Borong Saham Tamba...
- Direktur TOTL Jual 750 Ribu Saham di Harga Rp1.160, Porsi Kepemilikan Susut
- Saham ALKA Masuk Daftar HSC BEI, 98,21% Dikuasai Sejumlah Pemegang Saham
- IHSG Hari Ini Naik 0,37% pada Pembukaan Perdagangan, Investor Borong Saham Tamba...
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- SSIA Balik Untung Rp262,6 Miliar di Semester I 2026, Pendapatan Melesat 58,4%
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...