FTSE Bakal Depak Saham HSC, Bos BEI: Sudah Kami Antisipasi
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menanggapi rencana FTSE Russell menghapus saham kategori High Shareholding Concentration (...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menanggapi rencana FTSE Russell menghapus saham kategori High Shareholding Concentration (HSC). Ia menegaskan langkah penyedia indeks global tersebut sudah diantisipasi oleh otoritas bursa.
Jeffrey menjelaskan setiap penyedia indeks global memiliki metodologi tersendiri. Kebijakan ini serupa dengan langkah yang telah dilakukan di yurisdiksi lain, seperti pasar modal Hong Kong.
"Itu adalah konsekuensi jangka pendek yang memang harus diterima," ujar Jeffrey di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, penghapusan saham HSC merupakan upaya kolektif untuk memperbaiki kualitas pasar modal Indonesia dalam jangka panjang. Kejelasan sikap dari FTSE dan MSCI dinilai mampu mengurangi ketidakpastian yang selama ini ditunggu para pelaku pasar.
Mengenai potensi keluarnya dana asing sebesar Rp20 triliun akibat kebijakan ini, Jeffrey tetap optimistis. Ia memprediksi aliran modal masuk justru akan meningkat seiring membaiknya transparansi dan tata kelola pasar.
- Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan Usai Jual 652 Ribu Saham
- IHSG Sesi I Menguat 0,69%, 436 Saham Berada di Zona Hijau
- Disorot BEI Soal Volatilitas Saham, Ini Jawaban Resmi Manajemen MAIN
- Direktur TOTL Jual 750 Ribu Saham di Harga Rp1.160, Porsi Kepemilikan Susut
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan Usai Jual 652 Ribu Saham
- IHSG Sesi I Menguat 0,69%, 436 Saham Berada di Zona Hijau
- Disorot BEI Soal Volatilitas Saham, Ini Jawaban Resmi Manajemen MAIN
- Direktur TOTL Jual 750 Ribu Saham di Harga Rp1.160, Porsi Kepemilikan Susut
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...