Short Selling Segera Hadir di BEI! SRO Siap Dukung Penuh, OJK Janji Pantau Ketat!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mempersiapkan implementasi transaksi short selling di Indonesia. Aturan terkait short Short Selling...
Sebagai langkah awal, BEI akan memperkenalkan intraday short selling. Hal ini dilakukan untuk menguji dampak kebijakan tersebut terhadap pasar. "Kami akan mulai dengan intraday short selling untuk melihat bagaimana respons pasar," jelas Iman.
PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) sedang mempersiapkan langkah-langkah penting untuk mendukung implementasi short selling di pasar modal Indonesia. Menurut Direktur Utama KPEI, Iding Pardi, salah satu upaya utama yang dilakukan adalah menyediakan fasilitas Securities Lending and Borrowing (SLB) atau pinjaman meminjam efek secara efektif.
"SLB ini adalah syarat utama untuk meningkatkan likuiditas dan mengelola risiko dalam short selling," ujar Iding. Dia menambahkan, meskipun implementasi awal hanya mencakup intraday short selling, yang tidak memerlukan SLB karena transaksi harus ditutup dalam satu hari, persiapan untuk ke depannya tetap dilakukan.
Iding menjelaskan bahwa di masa depan, KPEI akan menyiapkan efek-efek yang siap dipinjamkan untuk mendukung transaksi short selling. "Kami bekerja sama dengan pelaku pasar, KSEI, dan Bursa untuk memastikan ketersediaan efek yang siap dipinjamkan," jelasnya.
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) juga telah menyatakan kesiapannya secara penuh untuk mendukung implementasi short selling di pasar modal Indonesia. Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, menegaskan bahwa KSEI akan memastikan kelancaran proses bisnis short selling melalui kolaborasi sistem yang terpadu bersama KPEI.
- PEFINDO Turunkan Peringkat ADHI ke idBB, Pemicunya Kupon Obligasi
- BEI Buka Opsi Revisi Target IPO 2026, Ini Respons OJK
- MBMA Siapkan Rp651,68 Miliar untuk Lunasi Sukuk Jatuh Tempo Agustus 2026
- BEI Lanjutkan Suspensi WIKA Hingga Waktu yang Belum Ditentukan, Ini Penyebabnya
- Argo Pantes Raih Kontrak Sewa Gudang Rp48,14 Miliar dari United Chemicals
- PEFINDO Turunkan Peringkat ADHI ke idBB, Pemicunya Kupon Obligasi
- BEI Buka Opsi Revisi Target IPO 2026, Ini Respons OJK
- BEI Lanjutkan Suspensi WIKA Hingga Waktu yang Belum Ditentukan, Ini Penyebabnya
- MBMA Siapkan Rp651,68 Miliar untuk Lunasi Sukuk Jatuh Tempo Agustus 2026
- Argo Pantes Raih Kontrak Sewa Gudang Rp48,14 Miliar dari United Chemicals
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Kabar Duka, Komisaris Independen BRMS Kanaka Puradiredja Meninggal Dunia