Strategi Danantara Perkuat Fondasi Pasar Modal: Menjaga Kepercayaan Global Melalui Transparansi
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Pasar modal Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan dalam hampir tiga dekade terakhir. Perkembangan ini tercermin dari lonjakan jumlah investor, nilai transa...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Pasar modal Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan dalam hampir tiga dekade terakhir. Perkembangan ini tercermin dari lonjakan jumlah investor, nilai transaksi, hingga kapitalisasi pasar. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, kualitas, transparansi, dan kepercayaan investor menjadi kunci utama agar pasar modal terus berkelanjutan dan memberi manfaat luas bagi perekonomian nasional.
Hal itu disampaikan CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (1/2/2026). Rosan menyinggung perjalanan panjang pasar modal Indonesia yang ia ikuti sejak awal kariernya.
โSaya memulai karier di pasar modal tahun 1997,โ ujar Rosan.
Rosan menilai perubahan yang terjadi sejak periode tersebut sangat luar biasa. Pada masa awal, jumlah investor pasar modal masih berada di kisaran ratusan ribu. Kini, angka tersebut melonjak drastis.
โDulu investor sekitar 400 ribu, sekarang hampir 21 juta,โ kata Rosan.
Pertumbuhan tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar modal terbesar di kawasan ASEAN. Tidak hanya dari sisi ukuran, pasar modal Indonesia juga semakin diperhatikan oleh investor global. Menurut Rosan, posisi ini menjadi fondasi penting untuk mendorong investasi langsung ke dalam negeri.
Ia menjelaskan, kepercayaan terhadap pasar modal sering kali menjadi pintu awal sebelum investor menanamkan investasi jangka panjang atau foreign direct investment. Pasar modal memberi fleksibilitas bagi investor untuk keluar dan masuk dalam waktu relatif singkat, berbeda dengan investasi langsung yang membutuhkan komitmen panjang.
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...