Tirta Orisa Yasa Divestasi 250 Juta Saham BUVA, Kantongi Rp250 Miliar
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Tirta Orisa Yasa melepas 250 juta saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) melalui transaksi divestasi di Bursa Efek Indonesaia (BEI) pada 30 Juli 2026.
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 4 Tahun, 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka, transaksi dilakukan dengan harga Rp1.000 per saham. Sehingga dari transaksi tersebut PT Tirta Orisa Yasa berhasil mengantongi dana Rp250 miliar.
Sebelum transaksi, PT Tirta Orisa Yasa menguasai 709,826 juta saham atau setara 2,88% saham BUVA. Setelah penjualan, kepemilikan Tirta Orisa Yasa turun jadi 459,826 juta saham (1,87%).
Laporan tersebut menyebutkan transaksi dilakukan dalam bentuk penjualan (repurchase agreement) dengan tujuan divestasi. Status kepemilikan saham tercatat sebagai kepemilikan tidak langsung.
Dalam dokumen yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pelapor menyampaikan pernyataan tanggung jawab atas seluruh informasi yang disampaikan.
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- BEI Tunjuk Maybank Sekuritas Jadi Liquidity Provider 20 Waran Terstruktur, Berla...
- TAPG Tebar Dividen Rp1,19 Triliun, KISI Sesuaikan Harga Pelaksanaan Dua Waran Te...
- Direktur TSPC Akumulasi 99.900 Saham, Kepemilikan Winny Hardono Bertambah
- FORE Buka Peluang Bagi Dividen Tahun Depan, Tunggu Saldo Laba Positif
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- BEI Tunjuk Maybank Sekuritas Jadi Liquidity Provider 20 Waran Terstruktur, Berla...
- TAPG Tebar Dividen Rp1,19 Triliun, KISI Sesuaikan Harga Pelaksanaan Dua Waran Te...
- Direktur TSPC Akumulasi 99.900 Saham, Kepemilikan Winny Hardono Bertambah
- FORE Buka Peluang Bagi Dividen Tahun Depan, Tunggu Saldo Laba Positif
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...