Realisasi APBN Oktober 2024: Pendapatan Tembus Rp2.247 Triliun, Defisit Rp309,2 Triliun!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Oktober 2024 menunjukkan hasil positif, meskipun masih mengalami defisit. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Info...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Oktober 2024 menunjukkan hasil positif, meskipun masih mengalami defisit. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro, menegaskan kinerja belanja semakin baik dan tetap terkendali. Pendapatan negara pun tumbuh positif dan terus dioptimalkan.
Realisasi pendapatan negara mencapai Rp2.247,5 triliun, atau sekitar 80,2% dari target APBN, meningkat 0,3% dibanding tahun lalu. Menurut Deni, peningkatan pendapatan ini didorong oleh penerimaan pajak yang optimal. Penerimaan pajak menyumbang Rp1.517,5 triliun atau 76,3% dari target. โPenerimaan Oktober 2024 meningkat 19,6% dibanding bulan lalu, didorong pembayaran Pajak Penghasilan Badan dan penurunan restitusi.โ ujarnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (13/11/2024).
Sektor kepabeanan dan cukai juga mencatat pertumbuhan sebesar 4,9% secara tahunan atau year-on-year (yoy). Adapun total penerimaan dari sektor ini mencapai Rp231,7 triliun atau 72,2% dari target APBN. Deni menambahkan, Bea masuk meningkat 4,2%, didorong nilai impor yang naik dan penguatan kurs dolar AS. Bea keluar tumbuh signifikan 46,8% berkat kebijakan relaksasi ekspor mineral mentah, sementara cukai mendaki 2,7%.
Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat Rp477,5 triliun atau 97,1% dari target, meski turun 3,4% dibanding tahun lalu. Penurunan ini disebabkan moderasi harga komoditas seperti batubara dan penurunan lifting migas. Meski begitu, setoran dividen BUMN dan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) tetap mendukung PNBP.
Di sisi belanja, APBN mencatat pengeluaran sebesar Rp2.556,7 triliun atau 76,9% dari pagu, naik 14,1% dibanding tahun lalu. Belanja Pemerintah Pusat mencapai Rp1.834,5 triliun, mencakup belanja kementerian/lembaga sebesar Rp933,5 triliun dan belanja non-K/L Rp901,0 triliun. Anggaran ini dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, program bantuan sosial, pelaksanaan Pemilu, serta gaji ASN/TNI/Polri.
- EBITDA BUMA International Group Naik 8% di Semester I-2026, Rugi Bersih Menyusut...
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...
- Rabundo Tembus Pasar Nasional, BRI Dukung UMKM Bumbu Rendang Asli Minang Naik Ke...
- Transformasi Danantara Berbuah Manis, Pendapatan Telkom (TLKM) Capai Rp75,9 Tril...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- Rabundo Tembus Pasar Nasional, BRI Dukung UMKM Bumbu Rendang Asli Minang Naik Ke...
- BRI Peduli Perkuat Peternak Sapi Perah di Malang, Produksi dan Nilai Tambah Susu...
- Prabowo Resmikan Akad Massal 62.000 KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan Rp880 Mi...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun