Sekutu NATO "Emoh" Bantu Trump, Harga Minyak Langsung Terbang ke Level USD 103 per Barel
STOCKWATCH.ID (HOUSTON) โ Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2% pada akhir perdagangan Selasa (16/3/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (17/3/2026) WIB. Kenaikan ini dipicu oleh keraguan pasar ter...
Warren Patterson, Head of Commodities Strategy di ING, menyoroti sulitnya mencari jalan keluar atas masalah ini. "Skala gangguan pasokan minyak yang begitu besar membuat pasar sulit menemukan solusi yang memadai," ujar Warren Patterson.
Menurut Patterson, rencana pengawalan laut masih belum menunjukkan hasil nyata. "Meskipun pemerintahan AS telah melontarkan ide jaminan asuransi dan pengawalan angkatan laut, keduanya belum terwujud," tuturnya.
Ia menilai pengawalan kapal komersial di Selat Hormuz memiliki risiko tinggi. Kapal-kapal angkatan laut akan menjadi sasaran empuk serangan. AS kemungkinan menunggu hingga kemampuan Iran untuk menyerang kapal-kapal tersebut melemah sebelum bertindak lebih jauh.
Selat Hormuz merupakan jalur arteri utama bagi perdagangan minyak dunia yang terletak di antara Oman dan Iran. Berdasarkan data firma konsultan energi Kpler, sekitar 13 juta barel minyak per hari melewati jalur ini sepanjang 2025. Jumlah tersebut mencakup sekitar 31% dari seluruh pengiriman minyak mentah melalui jalur laut.
Direktur NEC Kevin Hassett memberikan sedikit kabar mengenai kondisi di lapangan. Ia menyebutkan sejumlah kapal tanker sudah mulai melewati Selat Hormuz kembali. Meski begitu, para pelaku pasar tetap waspada memantau perkembangan eskalasi konflik di wilayah tersebut.
- 1
- 2
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...