Sempat Disuspensi Gara-Gara Naik Tajam, Dua Saham Ini Kembali Diperdagangkan
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali perdagangan saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) dan PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) mulai sesi I perdagangan Rabu, 30 Ju...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali perdagangan saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) dan PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) mulai sesi I perdagangan Rabu, 30 Juli 2025.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono menjelaskan suspensi dibuka kembali di pasar reguler dan pasar tunai.”Dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham PGUN dan HOPE di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 30 Juli 2025,” ujarnya, dalam keterbukaan informasi di laman BEI, dikutip Rabu (30/7/2025).
Sebelumnya, BEI menghentikan sementara perdagangan dua saham ini karena harganya melonjak signifikan dalam waktu singkat. Penghentian sementara ini berlaku mulai perdagangan sesi pertama 29 Juli 2025 di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. BEI menyampaikan kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap investor di tengah pergerakan harga yang dinilai tidak wajar.
"Dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham pada tanggal 29 Juli 2025.," ujar Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (29/7/2025).
Yulianto menegaskan, langkah cooling down ini bertujuan memberi waktu bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan keputusan investasinya secara matang. Investor diharapkan menelaah informasi yang ada sebelum mengambil keputusan lebih lanjut terkait saham tersebut.
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...