back to top

Targetkan Penjualan Rp685 Miliar pada 2024, Ini Strategi Ulima Nitra

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) menargetkan penjualan sebesar Rp685 miliar pada 2024, sekitar 20% lebih tinggi dibanding penjualan UNIQ pada 2023 sebesar Rp571 miliar. Adapun laba Perseroan diproyeksikan tumbuh 30% jadi Rp54,9 miliar pada 2024, dari Rp42,2 miliar tahun 2023.

Berdasarkan materi paparan publik yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (21/6/2024) disebutkan, untuk mencapai target penjualan di atas, Perseroan akan melakukan efisiensi produksi, pengembangan produk secara berkelanjutan, serta melakukan pengendalian biaya dan persediaan barang.

Selain itu, manajemen Perseroan juga akan melakukan efisiensi terhadap pengoperasian kendaraan, meningkatkan sumber daya manusia, serta terus proaktif melakukan pengembangan bisnis Perseroan di masa mendatang.

Di samping itu, Perseroan berharap agar permintaan terhadap produk batubara tetap stabil, peningkatan skala di sejumlah proyek Perseroan, dan kesempatan untuk perolehan proyek-proyek baru yang dapat mendukung penjualan UNIQ.

Hingga triwulan I 2024, UNIQ membukukan penjualan sebesar Rp119,61 miliar, tumbuh 14,4% dari Rp104,51 miliar pada triwulan I 2023. Pencapaian penjualan tersebut mencerminkan 17,46% dari target Perseroan tahun ini.

Kenaikan penjualan disertai peningkatan beban pokok penjualan IUNIQ sebesar 1,23% menjadi Rp100,25 miliar pada triwulan I 2024, dari Rp99,03 miliar pada periode sama 2023. Namun, laba kotor Perseroan melonjak 253% menjadi Rp19,35 miliar pada triwulan I 2024 dibanding Rp5,48 miliar pada triwulan I 2023.

Setelah dikurangi beban usaha, IGAR membukukan laba usaha sebesar Rp14,58 miliar pada triwulan I 2024, melejit 1.338% dari Rp1,01 miliar. Adapun laba bersih UNIQ tumbuh 43,11% menjadi Rp4,32 miliar dari Rp3,01 miliar triwulan I 2023.

PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) didirikan pada tahun 1992 di Palembang. Perusahaan ini bergerak di bidang pertambangan minyak dan gas bumi, konstruksi, operasi, dan pemeliharaan. Lingkup bisnisnya terbagi menjadi dua bidang, yaitu jasa persewaan dan pekerjaan konstruksi.

Layanan sewa meliputi alat berat, truk, kendaraan ringan, genset, dan PortaCamp. Selain itu, pekerjaan konstruksi meliputi jasa konstruksi sumur, jalan akses perpipaan, jasa pemindahan rig, dan kontraktor pertambangan. Perusahaan menyediakan layanan untuk perusahaan besar, seperti PT Bukit Asam, ConocoPhillips, dan PT Pertamina Gas. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Laba Bank Mega (MEGA) Capai Rp3,36 Triliun pada 2025, Tumbuh 27,88%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Mega Tbk (MEGA) membukukan laba...

Penjualan Anjlok 61,76%, Panca Mitra Multiperdana (PMMP) Rugi US$122 Juta pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kinerja keuangan PT Panca Mitra Multiperdana Tbk...

Meski Penjualan Naik, Fajar Surya Wisesa (FASW) Rugi Rp1,13 Triliun pada 2025, Ini Penyebabnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Penjualan bersih emiten produsen kertas, yakni PT...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru