Trimegah Bangun Persada (NCKL) Siap Produksi Bahan Baterai Kendaraan Listrik, Pertama di Indonesia

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Perusahaan pertambangan dan hilirisasi nikel terintegrasi, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), melalui anak usahanya  PT Halmahera Persada Lygend (PT HPL), siap memproduks...

Trimegah Bangun Persada (NCKL) Siap Produksi Bahan Baterai Kendaraan Listrik, Pertama di Indonesia
Bacakan Artikel

Perusahaan yang sebelumnya menjadi pionir dalam produksi bauran nikel dan kobalt, Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) pada tahun 2021 ini, tidak hanya menghasilkan nikel sulfat. Hilirisasi dan pemurnian MHP juga akan menghasilkan kobalt sulfat (CoSO4). Nikel sulfat dan kobalt sulfat merupakan material inti pembuatan katoda sumber energi baru, yaitu baterai kendaraan listrik.

“Dua senyawa ini merupakan contoh nyata keberhasilan konservasi dan peningkatan nilai tambah mineral, karena berasal dari pengolahan dan pemurnian bijih nikel kadar rendah atau limonit yang sebelumnya tidak bisa diolah atau menjadi overburden. Teknologi yang tepat, yaitu High Pressure Acid Leach (HPAL) dan etos kerja yang tinggi memungkinkan ini terjadi,” tambah Franssoka.

Kapasitas produksi PT HPL memungkinkan perusahaan untuk mengolah dan memurnikan seluruh produksi MHP menjadi nikel sulfat dan kobalt sulfat. Namun pada tahun 2023, anak usaha NCKL ini baru merencanakan untuk mengolah sekitar 50 persen MHP menjadi nikel sulfat. PT HPL juga sedang menjajaki penjualan dengan beberapa pembeli potensial dan diperkirakan ekspor perdana nikel sulfat akan dilakukan pada awal Juni 2023.

“Ke depan, perusahaan akan terus meningkatkan seluruh rantai industri sumber daya nikel, serta menjadi perusahaan manufaktur bahan energi baru yang mengedepankan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat serta berkontribusi pada pengembangan industri,” pungkas Franssoka.

Sebagai informasi, NCKL membukukan laba bersih pemilik entitas induk mencapai Rp4,7 triliun pada 2022, naik 137,1% dari Rp2 triliun pada 2021.  Laba bersih entitas induk naik berasal dari adanya kenaikan laba entitas asosiasi sebesar 307,7% menjadi Rp2,9 triliun dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp715 miliar dan adanya kenaikan pendapatan usaha sebesar 16,3% menjadi Rp9,6 triliun, dari Rp8,2 triliun di tahun 2021. Peningkatan pendapatan NCKL terjadi sebagian besar karena adanya peningkatan volume di Perseroan dan entitas anak.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: