Trimegah Bangun Persada (NCKL) Siap Produksi Bahan Baterai Kendaraan Listrik, Pertama di Indonesia
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Perusahaan pertambangan dan hilirisasi nikel terintegrasi, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), melalui anak usahanya PT Halmahera Persada Lygend (PT HPL), siap memproduks...
Pada 2022, rasio biaya operasi ke pendapatan Perseroan berhasil diturunkan, dari 11,5% menjadi 7,2% dengan biaya operasi sebesar Rp947 miliar turun menjadi Rp691,7 miliar di tahun 2022. Laba entitas asosiasi naik 307,7% dari Rp715 miliar menjadi Rp2,9 triliun karena laba entitas asosiasi pada tahun 2021 hanya berasal dari kuartal terakhir tahun 2021 dan tahun 2022 laba entitas asosiasi dari 12 bulan penuh. sedangkan laba periode berjalan naik 121,0% menjadi Rp4,6 triliun dari Rp2,1 triliun di tahun sebelumnya.
Dalam mendukung program Pemerintah untuk memajukan industri nikel dari hulu ke hilir, Perseroan akan terus melakukan investasi dan pembangunan fasilitas produksi yang dapat meningkatkan volume dan nilai tambah dari produk yang dihasilkan.
Untuk lini produksi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF), Perseroan mempunyai entitas anak yang sudah melakukan produksi yaitu PT Megah Surya Pertiwi (“MSP”) yang memiliki kapasitas produksi 25 ribu metal ton/tahun, sedangkan entitas anak Perseroan lainnya yaitu PT Halmahera Jaya Feronikel (“HJF”), pada akhir tahun 2022 telah menyelesaikan pembangunan 2 (dua) lini produksi dari total 8 (delapan) lini produksi yang sedang dibangun. Total kapasitas produksi HJF adalah sebesar 95 ribu metal ton/tahun dan diperkirakan pekerjaan konstruksi akan selesai di pertengahan tahun 2023, sesuai dengan rencana yang di targetkan sebelumnya.
Dari lini produksi refinery High Pressure Acid Leach (HPAL), Perseroan telah menyelesaikan lini ke 3 produksi PT Halmahera Persada Lygend dan sedang memasuki masa ramping up sehingga total kapasitas produksi MHP (Mixed Hydroxide Precipitate) akan naik menjadi 55 ribu metal ton/tahun di pertengahan tahun 2023.
Tidak berhenti di situ, Perseroan juga sedang dalam tahap akhir pembangunan fasilitas produksi Nikel Sulfat dan Kobalt Sulfat yang diperkirakan akan selesai di awal kuartal dua tahun 2023. Nikel Sulfat dan Kobalt Sulfat merupakan salah satu bahan baku utama untuk pembuatan prekursor yang diperlukan dalam pembuatan baterai kendaraan listrik.
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...