Wall Street Berhasil Menghijau, S&P 500 dan Nasdaq Kompak Menguat
STOCKWATCH.ID (NEW YORK) โ Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa sore (17/3/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (18/3/2026) WIB. Indeks S&P 500...
Kristina Hooper, Chief Market Strategist di Man Group, memberikan peringatan kepada para pelaku pasar. Ia menilai asumsi pasar terhadap durasi perang mungkin keliru.
"Pelaku pasar mungkin menganggap ini sangat mirip dengan tarif Hari Pembebasan yang diberlakukan oleh AS, dan ini akan menjadi masalah jangka pendek yang berakhir setelah AS memilih untuk menarik diri dari konflik militer," ungkap Kristina Hooper.
Harga minyak melonjak sejak dimulainya serangan AS-Israel ke Iran. Pasar khawatir penutupan Selat Hormuz dalam waktu lama dapat mengganggu pasokan energi global. Investor kini terus bersiap menghadapi ketidakpastian yang masih membayangi bursa saham.
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...