Waspada Pelemahan Lanjutan, Intip 6 Saham Jagoan BNI Sekuritas Hari Ini! Ada ELSA dan PTRO
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berisiko melanjutkan koreksi pada perdagangan Senin (16/3/2026). Pergerakan indeks hari ini dibayangi sentimen n...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berisiko melanjutkan koreksi pada perdagangan Senin (16/3/2026). Pergerakan indeks hari ini dibayangi sentimen negatif dari pasar global.
Proyeksi ini disampaikan Fanny Suherman, CFPยฎ, Head of Retail Research BNI Sekuritas. Ia melihat arah pasar masih cenderung tertekan mengikuti pelemahan bursa Amerika Serikat (AS).
โIHSG berpotensi kembali melanjutkan koreksi hari ini seiring dengan pelemahan bursa US,โ ujar Fanny dalam risetnya hari ini.
Pada penutupan perdagangan Jumat (13/3/2026), IHSG terpuruk di level 7.137,212. Angka ini anjlok 224,904 poin atau merosot 3,05% dibanding hari sebelumnya. Sebanyak 629 saham ditutup melemah pada akhir pekan lalu.
Kelesuan ini dibarengi aksi jual bersih oleh investor asing. Total nilai jual bersih asing mencapai sekitar Rp222 miliar. Sejumlah saham penggerak pasar menjadi sasaran jual utama. Saham-saham tersebut meliputi BMRI, BBNI, BBRI, GOTO, dan INDF.
Kondisi pasar global memberikan tekanan cukup besar. Bursa Wall Street dan Asia kompak melemah. Kekhawatiran lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah memicu ketakutan inflasi global.
Harga minyak dunia sempat menguat di atas 2,5%. Kenaikan terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengancam serangan terhadap kilang minyak Iran di Pulau Kharg. Blokade Selat Hormuz oleh militer Iran turut mengganggu pasokan minyak global.
Dari sisi domestik, Bank Indonesia (BI) diprediksi mempertahankan suku bunga BI-Rate di level 4,75%. RDG BI akan berlangsung pada 17-18 Maret 2026. Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan prioritas batubara untuk konsumsi dalam negeri.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas menetapkan rentang batas bawah (support) IHSG pada level 7.000-7.080. Titik hambat atau batas atas (resistance) diperkirakan berada di posisi 7.170-7.200.
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro