Pasar Saham Asia Bergejolak! Ketegangan Geopolitik Buat Investor Waspada

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham Asia berakhir bervariasi pada penutupan perdagangan hari Rabu sore (20/11/2024) waktu setempat. Ini terjadi di tengah tekanan ketegangan geopolitik antara Ukraina dan Rusia. Data perdagangan Jepang yang lebih baik dari perkiraan sempat memberikan harapan bagi investor.

Mengutip CNBC International, indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,16% ke 38.352,34, sementara Topix turun lebih tajam 0,43% ke 2.698,29. Data menunjukkan ekspor Jepang tumbuh 3,1% pada Oktober, membaik dibanding penurunan 1,7% di bulan sebelumnya.

Hang Seng Index Hong Kong menguat tipis 0,24% di akhir perdagangan. Di Tiongkok, indeks CSI 300 naik 0,22% ke 3.985,77 setelah bank sentral memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan.

Namun, pasar di Australia dan Korea Selatan bergerak berbeda. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,42% ke 2.482,29, sementara Kosdaq turun 0,47% ke 682,91. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 melemah 0,57% ke 8.326,3.

Ketegangan geopolitik tetap menjadi perhatian utama. Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan bahwa ambang batas penggunaan senjata nuklir telah diturunkan. Di sisi lain, Ukraina menyerang wilayah Bryansk menggunakan rudal buatan AS.

Ketegangan ini menjadi faktor utama yang menekan sentimen pasar. Pergerakan pasar Asia sempat stabil berkat data positif dari Jepang, tetapi tekanan geopolitik kembali mendominasi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Temui Xi Jinping, Trump Boyong Bos Tesla dan Nvidia ke China

STOCKWATCH.ID (BEIJING) – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump,...

Wall Street Bervariasi, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Berkat Saham Teknologi

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

S&P 500 Futures Tertahan di Level Tertinggi, Saham Teknologi Pimpin Reli Wall Street

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Pergerakan S&P 500 futures tercatat...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru