Inflasi Memanas dan Ekspektasi Suku Bunga Berubah, Harga Emas Dunia Turun

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia merosot pada perdagangan Rabu (13/5/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (14/5/2026) WIB.

Mengutip CNBC International, harga emas spot turun 0,6% ke level USD 4.686,99 per ons troi. Di sisi lain, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni naik tipis 0,2% menjadi USD 4.694,70.

Penurunan harga emas terjadi selama dua sesi berturut-turut. Kekhawatiran inflasi akibat perang menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga. Pelaku pasar juga terus mengawasi pertemuan antara Donald Trump dan Xi Jinping.

Data indeks harga produsen AS bulan April meningkat melampaui perkiraan. Kenaikan ini merupakan yang terbesar sejak awal 2022. Hal ini menjadi indikasi terbaru lonjakan inflasi di tengah perang Iran.

Peter Grant, Wakil Presiden dan Ahli Strategi Logam Senior di Zaner Metals, memberikan pandangannya terkait kondisi pasar ini.

“Inflasi tetap kaku dan ekspektasi suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama semakin kuat, dan hal ini telah menekan emas selama dua hari terakhir,” kata Peter Grant.

Emas biasanya dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Namun, suku bunga tinggi cenderung menekan pergerakan logam mulia ini. Hal ini terjadi karena emas tidak memberikan imbal hasil bagi investor.

Data terbaru menunjukkan inflasi konsumen AS kembali naik pada April. Tingkat inflasi tahunan tersebut mencatat kenaikan terbesar dalam tiga tahun terakhir.

Bank sentral AS memutuskan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50% hingga 3,75% bulan lalu. Berdasarkan alat FedWatch CME Group, pedagang mulai mengabaikan kemungkinan pemangkasan suku bunga AS tahun ini.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh langkah Presiden Trump. Ia melakukan kunjungan kepresidenan AS pertama ke China dalam hampir satu dekade. Trump berupaya meraih kesepakatan dan mempertahankan gencatan senjata perdagangan. Ia juga ingin meningkatkan peringkat persetujuan publik yang anjlok akibat perang Iran.

Dari kawasan Asia, India menaikkan tarif impor emas dan perak dari 6% menjadi 15%. Kebijakan ini bertujuan membatasi pembelian logam dari luar negeri. Langkah ini sekaligus mengurangi tekanan pada cadangan devisa negara tersebut. India saat ini berstatus sebagai konsumen logam mulia terbesar kedua di dunia.

“Berita tentang bea masuk yang lebih tinggi di India telah menciptakan beberapa kekhawatiran permintaan dan dapat menjadi hambatan jangka panjang,” tambah Peter Grant.

Tren pelemahan harga juga melanda logam mulia lainnya. Harga perak spot turun 0,2% menjadi USD 86,70 per ons troi. Sebelumnya, perak sempat menyentuh level tertinggi dalam dua bulan pada awal sesi perdagangan.

Harga platinum ikut merosot 0,3% ke posisi USD 2.120,20. Logam ini turun setelah sempat mencapai titik tertinggi sejak 17 Maret. Sementara itu, paladium melemah 0,4% dan berakhir di level USD 1.484,10.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Minyak Susut, Investor Pantau Gencatan Senjata Timur Tengah dan KTT Trump-Xi

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot sekitar 2%...

Harapan Damai Iran Memudar, Harga Emas Dunia Terkoreksi

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia berada di bawah...

Emas Dunia Merangkak Naik, Pasar Pantau Ketegangan AS-Iran dan Data Inflasi

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia berbalik sedikit menguat...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru