STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Global Mediacom Tbk (BMTR) menggelar Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi V Tahap II dan Sukuk Ijarah V Tahap II Tahun 2026. Emiten media milik grup MNC ini menargetkan penghimpunan dana segar sebesar Rp800 miliar.
Aksi korporasi ini terdiri atas Obligasi senilai Rp500 miliar dan Sukuk Ijarah sebesar Rp300 miliar. Seluruh instrumen utang tersebut mendapatkan jaminan penuh secara tanpa syarat dan tidak dapat ditarik kembali dari Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF). CGIF merupakan lembaga dana perwalian dari Asian Development Bank (ADB).
Manajemen BMTR menawarkan Obligasi Rp500 miliar dalam tiga seri. Seri A memiliki jumlah pokok Rp366,53 miliar dengan bunga tetap 7,03% per tahun dan tenor tiga tahun. Seri B senilai Rp70,47 miliar ditawarkan dengan bunga 7,32% per tahun untuk jangka waktu lima tahun. Sementara Seri C sebesar Rp63 miliar dipatok dengan bunga 7,50% per tahun untuk tenor tujuh tahun.
Untuk Sukuk Ijarah Rp300 miliar, perusahaan juga membaginya dalam tiga seri. Seri A ditawarkan sebesar Rp268,82 miliar, Seri B Rp31,06 miliar, dan Seri C Rp115 juta. Jangka waktu sukuk masing-masing adalah tiga, lima, dan tujuh tahun sejak tanggal emisi.
Berkat penanggungan dari CGIF, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat tertinggi idAAA(cg) untuk obligasi tersebut. Sukuk Ijarah BMTR juga mengantongi peringkat idAAA(sy)(cg).
“CGIF telah menyetujui untuk bertindak sebagai penanggung (guarantor) Obligasi dan Sukuk Ijarah atas seluruh jumlah yang diterbitkan,” tulis manajemen BMTR dalam prospektus tambahan ringkas yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Seluruh dana hasil penawaran akan digunakan untuk pelunasan utang (refinancing) dan modal kerja. BMTR mengalokasikan dana untuk melunasi sisa pokok Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2021 Seri C dan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2023 Seri B. Sebagian lainnya digunakan untuk pelunasan Sukuk Ijarah terdahulu serta modal kerja operasional seperti pembayaran gaji dan utang usaha.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, BMTR mencatat pendapatan sebesar Rp9,59 triliun. Perseroan membukukan laba bersih tahun berjalan Rp1,11 triliun. Total aset perusahaan tercatat Rp34,91 triliun dengan posisi ekuitas Rp28,21 triliun.
Masa penawaran umum akan berlangsung pada 25–29 Mei 2026. Penjatahan efek dilakukan pada 2 Juni 2026. BMTR menjadwalkan pencatatan Obligasi dan Sukuk Ijarah di Bursa Efek Indonesia pada 5 Juni 2026.
Perseroan menunjuk PT MNC Sekuritas, PT Bahana Sekuritas, PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, dan PT KB Valbury Sekuritas sebagai penjamin emisi. Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat.
