STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) mengumumkan, pengunduran diri Patrick Djuanda selaku Direktur perusahaan perusahaan pengolahan, pembekuan dan perdagangan udang tersebut, terhitung efektif sejak 25 Februari 2026.
Christian Jonathan Sutanto, Corporate Secretary PMMP dalam keterangan, Rabu 25 Februari 2025 menjelaskan, Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Patrick Djuanda selaku Direktur Pemasaran Perseroan pada 25 Februari 2026.
“Sebagai tindak lanjut atas pengunduran diri Patrick Djuanda, maka Perseroan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham dalam jangka waktu selambat-lambatnya 90 hari sejak diterimanya surat pengunduran diri,” katanya.
Mengutip surat pengunduran diri Patrick Djuanda yang disampaikan kepada Manajemen PMMP pada 25 Februari 2026, terungkap bahwa yang bersangkutan menyatakan mundur sebagai Direktur Pemasaran Perseroan dengan alasan pribadi. “Saya telah mempertimbangkan keputusan ini dengan matang, dan mengundurkan diri karena alasan pribadi,” Patrick dalam suratnya.
Patrick Djuanda mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kesempatan dan kepercayaan yang telah diberikan kepadanya untuk bekerja dan berkembang di PT PMMP selama 12 tahun terakhir. Dia juga meminta maaf atas segala kesalahan dan kekurangan yang dilakukan selama menjabat.
Patrick Djuanda pun berjanji akan menyelesaikan semua tanggung jawab dan kewajiban terkait handover pekerjaan sesuai dengan kebijakan perusahaan hingga tanggal efektif pengunduran dirinya sebagai Direktur Pemasaran Perseroan.
Sekedar informasi, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) didirikan pada tahun 2004 sebagai perusahaan pengolah dan pengekspor udang. Kantor pusat PMMP di Surabaya, tetapi pabrik pengolahannya di Situbondo, Jawa Timur, dan Tarakan, Kalimantan Utara. Total kapasitas produksi perusahaan adalah 25.000 ton/tahun, dengan fasilitas tempat penyimpanan dingin 46.000 ton.
Perusahaan ini mengekspor udang ke Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa. Beberapa merek perusahaan ini adalah Leaders (udang beku) dan Ebinoya (produk bernilai tambah untuk industri makanan dan minuman). (konrad)
