Sabtu, Juli 20, 2024
33.5 C
Jakarta

Waskita Beton Precast Melaba Rp675 Miliar pada 2022

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) melaba Rp675,76 miliar (Rp27,56 per saham) pada 2022. Di tahun sebelumnya 2021, Perseroan menderita kerugian Rp1,94 triliun.

Pencapaian laba tersebut, seperti tergambar dalam laporan keuangan Desember 2022 yang dipublikasikan Senin (10/4), didukung pendapatan WSBP  yang meningkat 49,4% jadi Rp2,06 triliun pada 2022, dari Rp1,38 triliun pada 2021.

Penyumbang terbesar pendapatan WSBPP pada 2022 dari pendapatan lain-lain yakni sebesar Rp2, 4 triliun, melambung 2.143% dibanding perolehan Rp107,25 miliar pada tahun 2021.

“Pendapatan usaha tahun 2022 didukung oleh kontribusi dari lini bisnis utama WSBP yaitu segmen precast 40,3%, Readymix 19,9% dan Jasa Konstruksi 39,8%,” jelas Asep Mudzakir, Director of Finance & Risk Management WSBP, di Jakarta, Senin (10/3/2023).

Kenaikan pendapatan disertai peningkatan, beban operasional WSBP  sebesar 14,97% menjadi Rp1,03 triliun, dari Rp1,22 triliun pada 2021. Emiten beraset Rp5,96 triliun per Desember 2022 itu meraih laba sebelum pajak Rp1,12 triliun pada 2022. Tahun 2021, WSBP rugi sebelum pajak Rp1,32 triliun.

WSBP membukukan kas bersih dari aktivitas operasi positif sebesar Rp151 miliar padad 2022, tumbuh secara signifikan jika dibandingkan dengan tahun lalu. Peningkatan tersebut ditopang dengan meningkatnya penerimaan pembayaran piutang dari pelanggan di tahun 2022. “Salah satu strategi utama WSBP adalah peningkatan rasio Turnover Piutang,” kata Asep.

“Kedepannya WSBP akan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengikuti tender proyek baru dan akan melakukan assesmen sumber pendanaan pemilik

Pada 2023 WSBP menargetkan pendapatan usaha tumbuh 10-15% dan nilai kontrak baru ditargetkan meningkat sekitar 100-150%. “WSBP telah mencanangkan program transformasi bisnis dengan 3 pilar utama, yaitu Operational Excellence, Business Nourishment, serta Technology & Digitalization,” jelas Asep.

“Dengan implementasi 3 pilar tersebut, kinerja WSBP ditargetkan dapat tumbuh secara berkelanjutan,” tutup Asep.

Artikel Terkait

Usai Diakuisisi Jinxin Singapore, Anak Usaha Bundamedik Siap Taklukkan Pasar IVF Indonesia dan Asean!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Morula Indonesia (MI), anak perusahaan...

Akuisisi 30% Saham Anak Usaha BMHS, Jinxin Singapore Rogoh Kocek Rp422,030 Miliar!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) -  PT Bundamedik Tbk (BMHS) telah menyelesaikan...

KSEI Tambah 8 Bank Baru! 23 Bank Kini Jadi Administrator RDN dan Pembayaran

STOCKWATCHNEWS.COM (JAKARTA) – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru