STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengumumkan kinerja keuangan konsolidasian untuk periode tiga bulan pertama yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026, pada hari ini, Kamis 30 April 2026.
PTBA berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp801,79 miliar pada kuartal I 2026, melonjak 105% dibanding Rp391,47 miliar pada kuartal I 2025. Perseroan juga mencatat EBITDA sebesar Rp1,55 Triliun, dengan net profit margin dan EBITDA margin berturut-turut di angka 8% dan 16%.
Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail dalam siaran pers, Kamis 30 April 2026 mengatakan, di tengah tantangan curah hujan tinggi pada awal tahun, Perseroan mampu menjaga stabilitas penjualan melalui pengelolaan persediaan yang prudent, efisiensi dan selective mining yang mendorong perbaikan struktur biaya.
“Perseroan membukukan pertumbuhan laba secara tahunan yang solid, yang merupakan bukti nyata dari ketahanan operasional dan efektivitas strategi yang kami jalankan.”tulis Arsal dalam keterangan tertulisnya hari ini.
Menurut Arsal, PTBA mencatatkan kinerja operasional yang solid di tengah kondisi curah hujan yang ekstrem. Hal ini ditandai dengan kinerja penjualan yang hanya turun 1% secara YoY walaupun volume produksi turun 22% YoY. Meskipun secara YTD harga batu bara mengalami perbaikan, namun harga jual rata-rata (ASP) relatif hanya naik 1% YoY.
Dia menambahkan bahwa hingga akhir kuartal I tahun 2026, Manajemen Perseroan telah berhasil merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar 13% dari target tahunan Perseroan yang sebesar Rp0,47 Triliun.
Seperti diketahui, volume produksi sepanjang kuartal I 2026 mencapai 6,623 juta ton, turun 22% dari 8,445 juta ton pada periode sama 2025. Sedangkan volume penjualan sebesar 10,166 juta Juta ton, turun1% dari 10,283 juta ton kuartal I 2025. Adapun volume angkutan Perseroan mencapai 8,740 juta ton, turun sekitar 7% dibanding 9,407 juta ton di kuartal I 2025.
Total aset PTBA per Maret 2026 sebesar Rp43,228 triliun, turun 2% dari Rp43,917 triliun per Desember 2025. Jumlah liabilitas Perseroan juga turun sebesar 8% menjadi Rp19,557 triliun per Maret 2026, dari Rp21,3 triliun per Desember 2025. Sedangkan total ekuitas sebesar Rp23,67 triliun, naik 5% dari Rp22,62 triliun.
Corporate Secretary Division Head, Eko Prayitno menyampaikan bahwa capaian pada kuartal ini menunjukkan fondasi operasional Perseroan tetap solid di tengah tantangan eksternal, termasuk kondisi cuaca yang mempengaruhi produksi dan kondisi geopolitik yang mulai memanas.
“PTBA akan terus menjaga disiplin operasional, memperkuat efisiensi, serta memastikan fleksibilitas dalam merespons dinamika pasar dan tantangan eksternal. Dengan fondasi operasional yang solid, Perseroan optimistis dapat terus menjaga kinerja yang sehat dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” katanya. (konrad)
