STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia (BI) dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Rabu (22/4/2026) di Jakarta, mengemukakan, pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital triwulan I 2026 tetap tinggi didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.
Perry menyampaikan bahwa volume transaksi pembayaran digital mencapai 14,39 miliar transaksi atau tumbuh 33,76% (yoy) pada triwulan I 2026. Ini didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital.
Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 7,88% (yoy) dan 16,35% (yoy), termasuk transaksi QRIS yang tumbuh tinggi mencapai 111,94% (yoy). Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant.
Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 1,4 miliar transaksi atau tumbuh 30,82% (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp 3.519 triliun pada triwulan I 2026.
Sementara itu, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 2,46 juta transaksi atau tumbuh melambat -0,20% (yoy), di tengah nominal transaksi BI-RTGS yang tetap tumbuh 11,26% (yoy) mencapai Rp 51.490 triliun pada triwulan I 2026.
“Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 8,59% (yoy) menjadi Rp1.346 triliun pada triwulan I 2026,” katanya.
