spot_img

Triwulan II 2026, Penyaluran Kredit Baru Diperkirakan Naik dengan SBT sebesar 96,65%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa hasil survei perbankan BI mengindikasikan penyaluran kredit baru pada triwulan I 2026 tetap tumbuh, meski lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2025. Ini sesuai dengan pola historisnya.

Menurut Anton Pitono, Direktur Departemen Komunikasi BI, kondisi ini tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru sebesar 38,74% pada triwulan I 2026. Pertumbuhan kredit tersebut utamanya didorong oleh kredit konsumsi. Selanjutnya pada triwulan II 2026, penyaluran kredit baru diprakirakan meningkat dengan SBT sebesar 96,65%.

“Standar penyaluran kredit perbankan pada triwulan I 2026 terindikasi lebih berhati-hati dibandingkan triwulan IV 2025, tecermin dari Indeks Lending Standard (ILS) positif sebesar 0,15,” tulis Anton dalam keterangan resmi, Kamis (23/4/2026).

Kebijakan penyaluran kredit yang lebih berhati-hati tersebut, antara lain pada aspek jangka waktu kredit dan persyaratan administrasi. Selanjutnya, pada triwulan II 2026, standar penyaluran kredit diprakirakan lebih longgar, dengan ILS negatif sebesar 2,88.

“Responden memprakirakan outstanding kredit sampai dengan akhir tahun 2026 terus tumbuh. Kondisi tersebut antara lain ditopang oleh prospek kondisi ekonomi dan moneter yang tetap positif serta risiko dalam penyaluran kredit yang terjaga,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bos BCA Buka Suara soal Pengunduran Diri Perry Warjiyo, Titip Pesan untuk Calon Gubernur BI

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Bank Central Asia Tbk...

Ekonom Minta Presiden Segera Tetapkan Gubernur BI Definitif demi Jaga Kepercayaan Pasar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan...

TAMU Targetkan Pendapatan Tumbuh di Atas 5% pada 2026, Bidik Revenue USD4,75 Juta

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru