STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5% hingga 3,75%. Keputusan ini diambil dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru.
Mengutip CNBC International, langkah bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut diwarnai perbedaan pendapat yang tajam di internal pejabat Fed. Sebanyak empat anggota menyatakan tidak setuju (dissenting votes). Peristiwa ini menjadi perselisihan suara pertama sejak 1992.
Rapat ini kemungkinan besar menjadi tugas terakhir Jerome Powell sebagai Ketua The Fed. Namun, Powell memberikan pernyataan mengejutkan terkait masa depannya di bank sentral.
Ia memastikan akan tetap bertahan di jajaran dewan gubernur The Fed setelah masa jabatannya berakhir pada 15 Mei mendatang. Powell mengaku membatalkan rencana pensiunnya karena tekanan eksternal.
Berbagai serangan hukum yang ditujukan kepadanya memicu keputusan tersebut. Powell merasa perlu mengawal bank sentral hingga persoalan tersebut selesai.
“Hal-hal yang terjadi dalam tiga bulan terakhir membuat saya tidak punya pilihan selain bertahan,” ujar Powell.
Di sisi lain, proses transisi kepemimpinan The Fed terus bergulir. Komite Perbankan Senat telah meloloskan nominasi Kevin Warsh sebagai calon pengganti Powell pada Rabu pagi waktu setempat.
Kevin Warsh merupakan sosok pilihan Presiden Donald Trump. Saat ini, pencalonan Warsh tinggal menunggu pemungutan suara akhir di Senat yang dikuasai Partai Republik.
Penunjukan Warsh sempat memicu perdebatan di tingkat komite. Meski demikian, posisinya semakin kuat untuk memimpin bank sentral paling berpengaruh di dunia tersebut.
