Anomali Pasar: KOSPI Terbang 100%, Mengapa Won Korea Malah Terpuruk ke Level Terlemah Sejak 2009?
STOCKWATCH.ID (SEOUL) – Penguatan tajam pasar saham Korea Selatan sepanjang 2026 ternyata tidak diikuti oleh penguatan mata uang won. Sebaliknya, won justru melemah hingga menyentuh level terendah te...
STOCKWATCH.ID (SEOUL) – Penguatan tajam pasar saham Korea Selatan sepanjang 2026 ternyata tidak diikuti oleh penguatan mata uang won. Sebaliknya, won justru melemah hingga menyentuh level terendah terhadap dolar AS sejak 2009.
Dalam riset yang dipublikasikan pada 20 Juni 2026, BofA Global Research menjelaskan kondisi tersebut dipicu oleh arus keluar dana asing dari pasar saham Korea Selatan serta meningkatnya permintaan lindung nilai atau hedging valuta asing.
Indeks KOSPI telah melonjak lebih dari 100% sejak awal 2026. Kenaikan itu didorong oleh saham-saham teknologi besar seperti Samsung Electronics dan SK Hynix.
BofA mencatat saham Samsung Electronics naik sekitar 185% sepanjang tahun ini. Sementara saham SK Hynix melesat sekitar 284%.
Meski pasar saham menguat tajam, won justru melemah terhadap dolar AS. Pasangan nilai tukar USD/KRW bahkan sempat menyentuh level 1.560 pada 5 Juni 2026. Angka tersebut merupakan level terlemah won sejak 2009.
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- BEI Tunjuk Maybank Sekuritas Jadi Liquidity Provider 20 Waran Terstruktur, Berla...
- TAPG Tebar Dividen Rp1,19 Triliun, KISI Sesuaikan Harga Pelaksanaan Dua Waran Te...
- Direktur TSPC Akumulasi 99.900 Saham, Kepemilikan Winny Hardono Bertambah
- FORE Buka Peluang Bagi Dividen Tahun Depan, Tunggu Saldo Laba Positif
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- BEI Tunjuk Maybank Sekuritas Jadi Liquidity Provider 20 Waran Terstruktur, Berla...
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...