Anomali Pasar: KOSPI Terbang 100%, Mengapa Won Korea Malah Terpuruk ke Level Terlemah Sejak 2009?
STOCKWATCH.ID (SEOUL) – Penguatan tajam pasar saham Korea Selatan sepanjang 2026 ternyata tidak diikuti oleh penguatan mata uang won. Sebaliknya, won justru melemah hingga menyentuh level terendah te...
Di sisi lain, rumah tangga Korea Selatan mulai menunjukkan tanda-tanda memulangkan sebagian investasi mereka dari luar negeri. Langkah itu didukung program insentif pajak yang diluncurkan pemerintah. Namun, BofA menilai skalanya masih relatif kecil.
Model mata uang BofA menunjukkan won saat ini menjadi mata uang yang paling undervalued di kawasan Asia berkembang jika dibandingkan dengan fundamental ekonominya.
Menurut BofA, pemutusan siklus pelemahan won dapat dilakukan melalui beberapa langkah. Di antaranya intervensi bank sentral, peningkatan aktivitas hedging oleh National Pension Service, konversi dolar AS yang lebih besar oleh eksportir, atau kenaikan suku bunga untuk menarik arus modal masuk.
BofA juga menilai Bank of Korea berpotensi mempertimbangkan kenaikan suku bunga pada paruh kedua 2026.
Pertimbangan tersebut muncul seiring kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah. Selain itu, inflasi domestik yang masih tinggi, didorong keuntungan besar industri chip memori dan pelemahan won yang berkepanjangan, juga diperkirakan meningkatkan peluang kenaikan suku bunga oleh Bank of Korea.
- Mark Dynamics Indonesia (MARK) Tebar Dividen Interim Rp76 Miliar, Simak Jadwal C...
- Tirta Orisa Yasa Divestasi 250 Juta Saham BUVA, Kantongi Rp250 Miliar
- Ida Ayu Somawati Borong 222,4 Ribu Saham WINE, Kepemilikan Bertambah
- FORE Bidik Pendapatan Naik 50% dan Laba Bersih 70% pada 2026, Tambah 80 Gerai da...
- BEI Buka Sementara Suspensi Saham EDGE untuk Crossing Buyback Go Private
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%
- Mark Dynamics Indonesia (MARK) Tebar Dividen Interim Rp76 Miliar, Simak Jadwal C...
- Tirta Orisa Yasa Divestasi 250 Juta Saham BUVA, Kantongi Rp250 Miliar
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...