Buat Pembiayaan, Sarana Multigriya Finansial Rilis Surat Utang Rp1,69 Triliun
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Sarana Multigriya Finansial (SMFP) menerbitkan surat utang senilai Rp1,69 triliun. Surat utang tersebut terdiri atas Obligasi Berkelanjutan VII SMFP tahap VI/202...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Sarana Multigriya Finansial (SMFP) menerbitkan surat utang senilai Rp1,69 triliun. Surat utang tersebut terdiri atas Obligasi Berkelanjutan VII SMFP tahap VI/2024 senilai Rp1,420 triliun, dan Sukuk Musyarakah Berkelanjutanย I SMFP tahap III/2024 sebesar Rp274 miliar.
Masa penawaran obligasi berkelanjutan VII SMFP ย tahap VI/20234 dan Sukuk Musyarakah I SMFP tahap III/2024 pada 20-22 Agustus 2024. Pencatatan obligasi dan sukuk musyarakah SMFP di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 28 Agustus 2024.
Direksi SMFP dalam prospektus ย tambahan rencana penawaran umum obligasi yang diumumkan di Jakarta, Jumat (23/8/2024) mengemukakan, obligasi tersebut terdiri atas seri A sebesar Rp500 miliar dengan bunga tetap 6,70% per tahun dan tenor 370 hari, seri B senilai Rp192,195 miliar berjangka waktu dua tahun dengan bunga tetap 6,75% per tahun, dan seri C senilai Rp728,254 miliar berbunga tetap 6,805% per tahun dan tenor tiga tahun. Adapun Sukuk Musyarakah I Tahap III/2024 sebesar Rp274 miliar memiliki tenor 370 hari.
Menurut Direksi SMFP, dana hasil PUB setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan dipergunakan oleh Perseroan untuk kegiatan penyaluran pembiayaan untuk mendukung pembiayaan yang disalurkan lembaga keuangan guna keberlanjutan kepemilikan kepenghunian, dan ketersediaan perumahan dan/atau permukiman bagi masyarakat.
Seluruh dana hasil Penawaran Umum Sukuk Musyarakah ini, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan dipergunakan oleh Perseroan untuk kegiatan penyaluran pembiayaan untuk mendukung pembiayaan syariah yang disalurkan lembaga keuangan guna keberlanjutan kepemilikan kepenghunian, dan ketersediaan perumahan dan/atau permukiman bagi masyarakat.
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Bidik 30 Gerai Fore Donut Tahun Ini, FORE Kebut Pembangunan Pabrik Frozen Dough...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya