Bursa Saham Eropa Nyaris Datar Usai ECB Pangkas Suku Bunga
STOCKWATCH.ID (LONDON) โ Bursa saham Eropa nyaris tak bergerak pada penutupan perdagangan Kamis (17/4/2025) waktu setempat, meski sempat melemah di awal perdagangan. Keputusan Bank Sentral Eropa (ECB)...
STOCKWATCH.ID (LONDON) โ Bursa saham Eropa nyaris tak bergerak pada penutupan perdagangan Kamis (17/4/2025) waktu setempat, meski sempat melemah di awal perdagangan. Keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk menurunkan suku bunga membuat tekanan di pasar sedikit mereda.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx 600, yang mencakup saham-saham di seluruh Eropa ditutup turun tipis 0,1%. Indeks FTSE 100 di Inggris nyaris tidak berubah. Sementara indeks DAX di Jerman dan CAC 40 di Prancis masing-masing melemah 0,5%.
Saham Siemens Energy melonjak 10% setelah perusahaan menaikkan proyeksi kinerja untuk tahun fiskal 2025. Namun, saham Hermรจs turun 3,2% setelah penjualan perusahaan mewah asal Prancis itu meleset tipis dari ekspektasi. Padahal sebelumnya Hermรจs sempat menyalip LVMH sebagai perusahaan barang mewah dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia.
ECB memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Ini menjadi pemangkasan ketiga sepanjang tahun ini. Keputusan tersebut diambil di tengah kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi zona euro yang masih lemah, serta ketidakpastian global akibat ketegangan perdagangan dan kebijakan tarif.
Kondisi ini membuat investor bersikap hati-hati, terutama dalam merespons arah kebijakan moneter ke depan.
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...