Dolar AS Kuat, Bitcoin Pecahkan Rekor Baru! Ini Penyebabnya
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) - Dolar AS terus menguat pada penutupan perdagangan Senin (16/12/2024) waktu setempat atau Selasa pagi (17/12/2024) WIB. Mata uang tersebut memperpanjang tren positif yang d...
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) - Dolar AS terus menguat pada penutupan perdagangan Senin (16/12/2024) waktu setempat atau Selasa pagi (17/12/2024) WIB. Mata uang tersebut memperpanjang tren positif yang dimulai sejak akhir September. Dolar AS berhasil menguat melawan mata uang utama lainnya dan mendekati level tertingginya dalam tiga minggu. Penguatan dolar ini terjadi menjelang pertemuan penting Federal Reserve (Fed) dan bank sentral lainnya yang akan berlangsung minggu ini.
Mengutip CNBC International, pada Senin ini, dolar AS menguat 0,2% menjadi 0,8947 terhadap franc Swiss, mendekati level tertinggi sejak Juli. Dolar juga menguat 0,43% terhadap yen Jepang, mencapai posisi 154,28 setelah sebelumnya sempat menyentuh 154,480, level tertinggi sejak 26 November.
Kenaikan dolar ini dipicu oleh harapan pasar bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 0,25 poin pada pertemuan kebijakan yang dimulai Rabu ini. Berdasarkan data dari CME FedWatch, peluang penurunan suku bunga tersebut hampir mencapai 97%. Ini menyebabkan yield pada obligasi AS tenor 10 tahun turun 1,2 basis poin menjadi 4,387%.
Eugene Epstein, Kepala Struktur untuk Amerika Utara di Moneycorp, menjelaskan bahwa perhatian pasar bukan hanya pada penurunan suku bunga Fed. “Dolar menguat cukup signifikan sejak akhir September. Itu bisa dimaklumi karena indikator ekonomi kita berlawanan dengan narasi Fed yang menurunkan suku bunga, meski inflasi sudah turun dan pasar tenaga kerja melemah,” ujarnya.
Namun, bukan hanya kebijakan Fed yang mempengaruhi dolar. Yen Jepang juga kesulitan untuk pulih setelah penurunan terbesar dalam seminggu sejak September. Laporan menunjukkan bahwa Bank of Japan kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan yang dimulai Kamis ini.
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- Dividen Interim TAPG Capai Rp1,19 Triliun, Catat Jadwal Cum Dividen
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Komisaris AKPI Henry Liem Jual 193.500 Saham di Saat Harga Naik
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten