Gunawan Dianjaya Steel Bidik Penjualan Rp2,5 Triliun pada 2024
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) membidik penjualan sebesar Rp2,5 triliun padan 2024. Target Perseroan tersebut, 0,79% lebih rendah dibanding penjualan Rp2,52 t...
Selain itu, itu Perseroan juga mencoba peluang pasar ekspor ke Eropa dan mempertahankan serta meningkatkan pasar ekspor existing ke Singapura dan Malaysia. GDST akan tetap mengutamakan penggunaan strategi fleksibilitas dalam pelayanan secara tailor made terutama dalam hal kuantitas order, ukuran dan waktu serah yang cepat.
Manajemen akan berupaya untuk memperoleh harga biaya bahan baku slab yang lebih kompetitif karena biaya bahan baku adalah porsi terbesar dari harga pokok produk. GDST tetap menjaga hubungan baik dengan supplier bahan baku slab guna menjamin kontinuitas pengadaan bahan baku Supplier slab dalam negeri.
Di samping itu, Perseroan juga secara rutin melakukan konversi hasil penjualan dalam Rupiah menjadi US$ guna mengantisipasi dampak fluktuasi kurs.
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...