Gunawan Dianjaya Steel Bidik Penjualan Rp2,5 Triliun pada 2024
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) membidik penjualan sebesar Rp2,5 triliun padan 2024. Target Perseroan tersebut, 0,79% lebih rendah dibanding penjualan Rp2,52 t...
Hingga 31 Juli 2024, GDST telah membukukan penjualan sebesar Rp1,7 triliun dan laba setelah pajak Rp99 miliar. โPencapaian penjualan dan laba tersebut mencerminkan 68% dan 79,2% dari target tahun ini,โ tulis Direksi Perseroan.
Penyumbang terbesar penjualan GDST per Juli 2024 dari penjualan steel plate (pelat baja) di pasar domestik yakni sebesar Rp1,29 triliun, disusul waste plate atau baja lempenganย Rp290,44 miliar, dan lainnya Rp100 miliar.
PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) adalah perusahaan yang didirikan pada tahun 1989 di Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan usaha utama perusahaan adalah industri penggilingan pelat baja canai panas, di lahan pabrik seluas 20 hektar di Surabaya.
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...