Harga Emas Naik Lagi! Ketegangan Tarif dan Dolar Melemah Jadi Pendorong
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia naik pada penutupan perdagangan Selasa (15/4/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (16/4/2025) WIB. Kenaikan ini terjadi di tengah pelemahan dolar AS dan kekha...
Pendorong lainnya datang dari rencana pemerintah Amerika Serikat yang sedang menyelidiki impor farmasi dan semikonduktor. Ini bisa menjadi langkah awal untuk memberlakukan tarif baru.
Presiden Trump bahkan mengatakan bahwa dirinya akan mengumumkan besaran tarif impor untuk semikonduktor dalam sepekan ke depan. Pernyataan ini membuat investor makin waspada terhadap arah kebijakan dagang AS.
Harga emas yang terus meroket juga tak lepas dari pelemahan dolar AS. Mata uang tersebut kini berada di level terendah dalam tiga tahun terakhir dibandingkan mata uang lainnya.
Dalam catatan Commerzbank, pelemahan dolar menjadi salah satu alasan utama lonjakan harga emas. “Kenaikan harga emas juga sejalan dengan melemahnya dolar, yang menunjukkan penurunan status dolar AS sebagai aset aman. Emas kemungkinan besar akan menjadi alternatif bagi banyak investor USD,” tulis Commerzbank dalam catatannya.
Bank asal Jerman itu juga menyebut bahwa kebijakan moneter jangka pendek turut mendukung penguatan harga emas.
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- Dividen Interim TAPG Capai Rp1,19 Triliun, Catat Jadwal Cum Dividen
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Komisaris AKPI Henry Liem Jual 193.500 Saham di Saat Harga Naik
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten