Harga Emas Tembus Rekor Baru, Investor Berburu Aset Aman di Tengah Memanasnya Perang Dagang AS-China
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melonjak tajam dan mencetak rekor baru pada penutupan perdagangan Kamis (10/4/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (11/4/2025) WIB, Lonjakan ini terjadi di t...
Indeks dolar tercatat turun lebih dari 1% terhadap sejumlah mata uang utama. Hal ini membuat emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan.
“Emas kembali mendapatkan daya tariknya sebagai aset aman dan melaju menuju rekor-rekor baru,” kata Nikos Tzabouras, Analis Senior Pasar di Tradu.com.
Meski begitu, Tzabouras mengingatkan bahwa prospek tercapainya kesepakatan dagang dengan beberapa negara bisa menjadi risiko bagi harga emas. “Kesepakatan ini bisa kembali menekan harga emas. Selain itu, risiko juga bisa datang dari pengurangan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed yang dapat menguatkan dolar,” jelasnya.
Dari sisi data ekonomi, inflasi konsumen di AS justru mencatatkan penurunan pada Maret, berlawanan dengan ekspektasi pasar. Namun, risiko inflasi tetap ada setelah tarif terhadap produk China dinaikkan secara signifikan.
Data ini mendorong spekulasi bahwa The Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga acuan pada bulan Juni. Pasar juga memproyeksikan pemangkasan total hingga satu poin persentase hingga akhir tahun.
- IHSG Ditutup Melemah Tipis 0,03% ke Level 6.234,497, Transaksi Saham Tembus Rp14...
- PANI Cetak Rekor Laba Rp1,7 Triliun, Melonjak 484% di Semester I 2026
- Transformasi Digital dan AI Bawa Laba Bank Neo Commerce Naik ke Rp294,85 Miliar...
- Kinerja HRTA Melesat pada Semester I2026, Penjualan Emas Tercatat 13 Ton
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten