Harga Emas Tembus Rekor Baru, Investor Berburu Aset Aman di Tengah Memanasnya Perang Dagang AS-China
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melonjak tajam dan mencetak rekor baru pada penutupan perdagangan Kamis (10/4/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (11/4/2025) WIB, Lonjakan ini terjadi di t...
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melonjak tajam dan mencetak rekor baru pada penutupan perdagangan Kamis (10/4/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (11/4/2025) WIB, Lonjakan ini terjadi di tengah kekhawatiran pasar atas memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China serta pelemahan nilai tukar dolar AS.
Mengutip CNBC International, harga emas di pasar spot tercatat naik 2,5% ke level US$3.158,28 per ons troi. Sebelumnya, harga sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$3.171,49 per ons troi.
Sementara itu, kontrak emas berjangka AS melonjak 3,3% menjadi US$3.179,40 per ons troi.
Lonjakan harga emas terjadi tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana menurunkan sementara tarif impor untuk puluhan negara mitra dagang. Namun, tarif terhadap China justru dinaikkan dari 104% menjadi 125%.
Kondisi ini membuat para investor beralih ke aset aman seperti emas. Kelemahan dolar AS juga menjadi faktor pendorong tambahan.
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Saratoga (SRTG) Lepas 4,87 Juta Saham Treasuri Mulai 18 Agustus 2026
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- IHSG Ditutup Melemah Tipis 0,03% ke Level 6.234,497, Transaksi Saham Tembus Rp14...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten