Emas Anjlok! Ternyata Ini Penyebab Harga Logam Mulia Terkapar
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali tertekan pada penutupan perdagangan Kamis (23/1/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (24/1/2025) WIB. Harga logam mulia ini anjlok setelah dolar AS m...
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali tertekan pada penutupan perdagangan Kamis (23/1/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (24/1/2025) WIB. Harga logam mulia ini anjlok setelah dolar AS menguat.
Mengutip CNBC International, harga emas spot turun 0,4% menjadi US$2.744,26 per ounce. Sebelumnya, harga emas sempat mencapai level tertinggi dalam tiga bulan pada Rabu, hanya selisih US$26,72 dari rekor tertinggi di US$2.790,15 yang tercatat pada Oktober lalu.
Kontrak berjangka emas AS juga turun 0,7% dan ditutup di US$2.750,30 per ounce. Penguatan dolar AS yang naik 0,1% membuat harga emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain.
"Penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil Treasury AS membuat emas sulit untuk terus naik," ujar Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.
Sementara itu, kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump masih menambah ketidakpastian di pasar. Trump menyatakan bahwa tarif untuk impor dari Kanada, Meksiko, China, dan Uni Eropa bisa diumumkan pada 1 Februari. Namun, beberapa analis memprediksi pengumuman besar tersebut baru akan dilakukan pada 1 April.
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Saratoga (SRTG) Lepas 4,87 Juta Saham Treasuri Mulai 18 Agustus 2026
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- IHSG Ditutup Melemah Tipis 0,03% ke Level 6.234,497, Transaksi Saham Tembus Rp14...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten