Harga Emas Turun Setelah Dolar Menguat Pasca Data Tenaga Kerja AS
STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia turun pada penutupan perdagangan Selasa (7/1/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (8/1/2025) WIB. Penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah membe...
Ketidakpastian mengenai kebijakan tarif menjelang pelantikan Presiden AS Donald Trump pada 20 Januari menambah kekhawatiran akan langkah kebijakan AS yang akan datang.
Investor kini mempertimbangkan skenario yang dapat memperburuk inflasi di AS akibat tarif baru. Ini membatasi kemampuan Fed untuk memangkas suku bunga, yang memberi tekanan pada harga emas.
Meskipun emas dikenal sebagai pelindung nilai terhadap inflasi, suku bunga tinggi mengurangi daya tariknya sebagai aset yang tidak memberikan hasil.
Pelaku pasar kini menunggu laporan pekerjaan AS pada Jumat mendatang untuk petunjuk kebijakan lebih lanjut. Selain itu, data pekerjaan ADP dan risalah rapat Fed bulan Desember juga akan dirilis pada hari Rabu.
Sementara itu, bank sentral China dilaporkan kembali menambah cadangan emas pada bulan Desember untuk bulan kedua berturut-turut. Menurut Ricardo Evangelista, analis senior di ActivTrades, "Pembelian China ini kemungkinan akan terus mendukung harga emas di masa depan."
- 1
- 2
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- Dividen Interim TAPG Capai Rp1,19 Triliun, Catat Jadwal Cum Dividen
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Komisaris AKPI Henry Liem Jual 193.500 Saham di Saat Harga Naik
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Tower Bersama (TBIG) Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,25 Triliun, Kupon Tertingg...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten