Harga Minyak Dunia Anjlok US$1 per Barel, Pasar Cemas Soal Turunnya Permintaan
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia anjlok sekitar US$1 per barel pada penutupan perdagangan Senin (28/4/2025) waktu setempat atau Selasa pagi (29/4/2025) WIB. Penurunan ini dipicu kek...
BNP Paribas memperkirakan harga Brent akan berada di kisaran atas US$60-an per barel pada kuartal kedua tahun ini.
Di tengah gejolak pasar, perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat di Oman masih berlangsung. Namun, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengatakan dirinya tetap "sangat berhati-hati" terhadap peluang keberhasilan pembicaraan tersebut.
Situasi di Iran juga diperburuk dengan ledakan dahsyat di pelabuhan terbesar mereka, Bandar Abbas. Ledakan ini dilaporkan menewaskan sedikitnya 40 orang dan melukai lebih dari 1.200 orang, menurut media pemerintah setempat.
- Kinerja HRTA Melesat pada Semester I2026, Penjualan Emas Tercatat 13 Ton
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- Dividen Interim TAPG Capai Rp1,19 Triliun, Catat Jadwal Cum Dividen
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Kinerja HRTA Melesat pada Semester I2026, Penjualan Emas Tercatat 13 Ton
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten