Harga Minyak Meroket, Ketegangan Pasokan dari Rusia dan Iran Jadi Pemicu
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia melonjak tajam pada penutupan perdagangan Selasa (7/1/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (8/1/2025) WIB. Peningkatan ini didorong oleh kekhawatiran...
Selain itu, pasar mulai mempertimbangkan potensi gangguan pasokan dari ekspor minyak Iran ke China. Kekhawatiran terhadap sanksi yang semakin ketat terhadap pasokan ini mendorong permintaan minyak Timur Tengah. Hal ini tercermin dalam kenaikan harga minyak Arab Saudi untuk Februari yang ditujukan ke Asia, pertama kali dalam tiga bulan terakhir.
Di China, Shandong Port Group mengeluarkan pemberitahuan yang melarang kapal pengangkut minyak yang dikenai sanksi AS beroperasi di jaringan pelabuhannya. Langkah ini bisa membatasi akses kapal yang terdaftar dalam daftar hitam ke terminal energi utama di pantai timur China.
Sementara itu, cuaca dingin di AS dan Eropa meningkatkan permintaan untuk minyak pemanas. Meskipun demikian, kenaikan harga minyak terbatas oleh data ekonomi global. Inflasi zona euro yang meningkat pada Desember menjadi kejutan yang diperkirakan, tetapi kemungkinan tidak akan menggagalkan penurunan suku bunga lebih lanjut dari Bank Sentral Eropa.
"Inflasi yang lebih tinggi di Jerman menambah spekulasi bahwa ECB mungkin tidak dapat menurunkan suku bunga secepat yang diharapkan di seluruh zona euro," kata Ashley Kelty, analis Panmure Liberum.
Indikator teknikal untuk futures minyak kini berada di wilayah jenuh beli, dan para penjual mulai masuk untuk memanfaatkan kekuatan ini, yang membatasi kenaikan harga lebih lanjut, ujar Harry Tchilinguirian, kepala riset di Onyx Capital Group.
- 1
- 2
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- Dividen Interim TAPG Capai Rp1,19 Triliun, Catat Jadwal Cum Dividen
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Komisaris AKPI Henry Liem Jual 193.500 Saham di Saat Harga Naik
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten