Harga Minyak Naik Lagi Gara-Gara Sanksi Baru untuk Iran
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia kembali naik pada penutupan perdagangan Selasa (21/4/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (22/4/2025) WIB. Kenaikan ini terjadi setelah Amerika Serik...
“Entah akan ada kesepakatan nuklir atau AS akan mencoba menekan ekspor minyak Iran hingga nol. Dan sekarang tampaknya skenario nol ekspor yang lebih mungkin terjadi,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital yang berbasis di New York.
Kenaikan harga minyak juga didukung oleh reli di pasar saham global. Hal ini dianggap sebagai tanda bahwa minat risiko investor mulai pulih.
Robert Yawger, analis dari Mizuho, mengatakan bahwa kenaikan harga saham membantu mendorong harga minyak.
Pada hari yang sama, bursa saham AS menguat karena pelaku pasar mulai fokus pada laporan keuangan perusahaan. Sebelumnya, pasar sempat terguncang oleh kritik Presiden Donald Trump terhadap Ketua The Fed, Jerome Powell.
Pada perdagangan Senin sebelumnya, harga minyak Brent dan WTI sempat turun lebih dari 2%. Penyebabnya adalah kemajuan negosiasi AS-Iran serta aksi jual besar-besaran di pasar saham.
- Kinerja HRTA Melesat pada Semester I2026, Penjualan Emas Tercatat 13 Ton
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- Direktur WGSH Moch Sajoang Resmi Mundur, Efektif per 31 Juli 2026
- Dividen Interim TAPG Capai Rp1,19 Triliun, Catat Jadwal Cum Dividen
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Kinerja HRTA Melesat pada Semester I2026, Penjualan Emas Tercatat 13 Ton
- Bos Bank Neo Commerce Ungkap Penopang Laba, Targetkan Pertumbuhan Berlanjut hing...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten